SuaraJogja.id - Beberapa waktu lalu beredar sebuah video pedagang bakso cuangki yang meludahi dagangannya. Belakangan, netizen mengungkapkan pengalaman tak jauh beda, di antaranya mengaku ada bebek yang dijilati sebagai syarat agar laris.
Lelaki berinisial WS (21) yang diduga meludahi dagangan bakso cuankinya beberapa waktu lalu akhirnya ditangkap Polsek Kembangan.
Pelaku mengaku aksinya yang sempat terekam video dan viral itu dilakukan sebagai amalan yang didapat dari gurunya di Garut, Jawa Barat.
"Amalan tersebut dilaksanakan pada saat pertama kali jualan setelah kembali dari kampung. Adapun tujuan pelaku agar dagangannya laris" kata Kapolsek Kembangan Komisaris Imam Setiawan.
Belakangan, aksi yang bikin heboh tersebut nyatanya banyak terjadi di tempat-tempat lain. Sejumlah netizen pun mengungkapkan pengalamannya saat menjajal makanan yang dianggap memiliki ritual penglaris tersebut.
"Jadi ceritanya temen saya ada anak yang bisa liat gituan, tiap diajak makan soto daging endeus di suatu tempat pasti gamau ikut, biar ditraktir sekalipun. Katanya ada penunggunya yang jual di sana, hiyaaa bodo amaaat yang penting saya makan," cerita @BanyuSadewa.
"Soto yang terkenal itu juga katanya diilerin tuyul, tapi emang kalo dibungkus bawa pulang rasanya beda," kata @lirisenggar.
"Pernah makan rawon setan, di mangkok ada paku berkarat, shock baru pertama padahal...," kata @nvftynis.
"Pernah sama temen-temen mampir di rumah makan salah satu kota gitu, lupa itu bakso apa soto pas aku keluar mobil kok puyeng terus liat di atas panci si yang jual ada nenek-nenek berantakan banget besar lagi jongkok ngangkangin panci ilernya netes-netes sumpah mual bangetttt," ungkap @munemist.
Baca Juga: Reservasi Wisata di DIY lewat Aplikasi, Kulon Progo Siap Terapkan Bertahap
Meski begitu tak sedikit dari netizen lainnya yang memilih untuk tak menyikapi cerita itu terlalu serius.
"Katanya sih gitu..tetapi tetap kembali padanya karena niqmat," kata @fasv_.
"Ada bakso yang isi pancinya direndem pake tali kafan...Tapi ya..Tetep aja makan di situ terus. Yagimanayaaaak enaaak sih, itu cuman hosip hosip yang ramai beredar di kalangan underground masyarakat," kata @BanyuSadewa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
Waktu Buka Puasa di Jogja Hari Ini 24 Feb 2026: Cek Jadwal Magrib dan Doa Lengkap!
-
Saling Jaga di Tengah Keterbatasan: Rutinitas Kakak Beradik Mencari Rezeki Demi Keluarga Sejak Dini
-
7 Fakta Pencurian Tabung Gas LPG 3 Kg di Jogja: Maling Babak Belur Dihantam Stik Golf
-
Sinergi Lumbung Mataraman dan Badan Gizi Nasional: Petani Punk Gunungkidul Siap Pasok Dapur MBG
-
Dishub Kota Yogyakarta Ingatkan Pasar Ramadan Tetap Prioritaskan Fungsi Jalan