SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Kesehatan melakukan rapid test massal keempat pasar. Kegiatan tersebut dilakukan untuk melakukan tracing terhadap kemungkinan adanya warga yang tertular covid-19.
Dari hasil Rapid Test di Pasar Bantul yang mencakup 465 pedagang pasar terdapat 12 orang dengan hasil reaktif. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh anggota Bawaslu Bantul dengan hasil satu orang reaktif. Peserta dengan hasil reaktif tersebut kemudian diisolasi di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) untuk pengambilan swab dan proses selanjutnya.
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, menyampaikan dari hasil swab yang dilakukan 9 orang pedagang telah dinyatakan negatif covid-19, begitu juga dengan satu orang anggota Bawaslu. Sementara tiga orang pedagang lainnya masih menunggu hasil PCR dari laboratorium.
"Hasil swab negatif 9 orang, sementara tiga lainnya masih menunggu hasil," kata Pria yang akrab disapa Oki tersebut Selasa (30/6/2020).
Sementara rapid test yang dilakukan di Pasar Janten mencakup 36 orang, satu diantaranya dinyatakan negatif. Di Pasar Ngipik, dilakukan kegiatan serupa yang mencakup 98 orang dengan hasil satu orang reaktif. Oki menyebutkan keduanya hingga saat ini belum mendapatkan hasil PCR laboratorium.
Selain Rapid Test massal, Dinkes Bantul juga sempat menggelar swab test massal dalam dua gelombang yang masing-masing mengikuti 49 orang dan 45 orang. Oki menyampaikan hasil swab test dua gelombang tersebut menyatakan semua peserta negatif covid-19.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharja, mengatakan pihaknya tidak mengeluarkan rekomendasi agar pusat perbelanjaan untuk ditutup. Sebelumnya, jika ada pedagang pasar yang dinyatakan positif covid-19, kegiatan di pasar akan dihentikan sementara untuk dilakukan desinfektasi.
"Tidak ada relevansinya, kalau nanti sudah keluar negatif semua ya itu relatif aman, tinggal nanti kita lakukan monitoring," kata dia.
Agus mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan petugas di Puskesmas sebagai tindak lanjut dari rencana pelaksanaan RDT di seluruh pasar wilayah Bantul. Pelaksaan akan dibagi ke berbagai puskesmas agar dapat berlangsung dengan cepat.
Baca Juga: Perempuan Tertular Virus Corona Meski Di Rumah, OTG Alami Kerusakan Paru
Berita Terkait
-
Jumlah Penumpang Kereta Daop 6 Jogja Terus Alami Peningkatan
-
Banyak Orang Gowes, Dishub Jogja Pertimbangankan Penambahan Jalur Sepeda
-
Wali Kota Wajibkan Mahasiswa Jogja Bersosialisasi: Harus Ikut Kerja Bakti
-
Top 5 SuaraJogja: Pengantin Wanita Nyosor, Sengatan Ubur-Ubur Pantai Jogja
-
Sepedaan Yuk! Ini Jalur Gowes di Jogja dengan Pemandangan Alam nan Sejuk
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Ketua Yayasan Little Aresha Dituntut 10 Tahun Penjara, 83 Anak Korban Minta Restitusi Rp2,12 Miliar
-
BRI Bidik Peluang Bisnis dari MotoGP Mandalika 2026
-
Pemerintah Berencana Buat Program Kuliah Gratis, PTS Terancam Gigit Jari Kehilangan Mahasiswa
-
Ngenes! Prabowo Tambah Pejabat, Transfer ke DIY Malah Susut Rp910 Miliar
-
MotoGP Mandalika 2026 Makin Ramah Lingkungan, BRI Peduli Kerahkan 500 Relawan