SuaraJogja.id - Tata ruang desa dan infrastruktur lingkungan permukiman menjadi salah satu pokok permasalahan yang dibahas secara mendalam melalui webinar Kongres Kebudayaan Desa 2020, Selasa (7/7/2020). Melalui pemaparannya, Yoshi Fajar Kresno Murti, menyampaikan sejumlah materi penting menyangkut tata ruang desa dengan realita sehari-hari.
Menurut Praktisi Arsitek Ugahari tersebut, tata ruang desa ini hanya bisa berlaku atau dilakukan pada tanah bersama milik masyarakat. Dirinya menambahkan bahwa praktik tata ruang desa ini hampir tidak mungkin bisa dilakukan terhadap tanah pribadi milik perseorangan.
"Entitas dari tanah bersama ini biasanya berbentuk hutan adat, tanah kas desa, pelungguh dan sebagainya. Jadi tanah bersama ini penting, karena tata ruang nanti pasti bersinggungan ke situ arahnya," sebut Yoshi.
Namun adanya tanah bersama ini, menurut Yoshi tak lantas bisa langsung dieksekusi untuk kemudian diterapkan sebuah proyek tata ruang desa.
Beberapa kali ketika membantu proyek tata ruang desa di sejumlah daerah, tanah bersama yang ditemuinya justru memunculkan permasalahan lain menyangkut birokrasi sewa lahan secara turun temurun.
"Jadi saya pernah, membantu para pemuda desa untuk mengelola sebuah lahan bersama. Tapi muncul permasalahan, tanah bersama itu ternyata turun temurun disewakan oleh kepala desa yang masa jabatannya sudah hampir habis, kemudian ketika izin akuisisi tanah tadi selesai diurus dalam waktu cukup lama, masa jabatan pemuda desa bersangkutan sudah hampir berakhir. Adanya ya proyek yang sudah direncanakan oleh para pemuda untuk desa tadi menjadi gagal dilaksanakan," imbuhnya.
Permasalahan menyangkut tanah bersama ini, menurutnya sudah terjadi sejak era kolonialisme hingga orde baru. Dahulu, umumnya tanah bersama disewakan kepada petani penggarap karena dianggap perputaran nilai uang yang masuk cukup menjanjikan.
"Puncaknya pada revolusi hijau, di mana seluruh kedaulatan dirampas mulai dari sandang papan serta pangan. Oleh karena itu kemudian hadir infrastruktur dalam tata ruang desa yang menjadi sebuah upaya untuk melakukan penarikan dana demi pembangunan. Hal ini termasuk berhasil meskipun juga tetap memicu konflik baru ya," ujar Yoshi.
Oleh karenanya, Yoshi berharap di tengah pandemi ini, masyarakat desa khususnya bisa sadar dan memanfaatkan tata ruang desa untuk kepentingan bersama, mulai dari sandang, papan, hingga pangan. Di akhir pemaparannya, Yoshi juga mengatakan, dalam rangka menyambut new normal, masyarakat desa jangan sampai hanya menggantungkan kebutuhan hidup sepenuhnya kepada pemerintah melainkan memetik hasil dari pemanfaatan tata ruang desa tadi, contohnya membuat lahan perkebunan dari tanah bersama.
Baca Juga: LIVE STREAMING: Webinar Kongres Kebudayaan Desa Senin, 6 Juli 2020
Sekadar informasi, Webinar Seri 11 Kongres Kebudayaan Desa yang digelar pada Senin (7/7/2020) ini merupakan bagian dari upaya mengumpulkan dan menawarkan ide tatanan Indonesia baru dari desa.
Desa sebagai satuan pemerintahan terkecil di Indonesia, dinilai perlu menjadi titik awal untuk merumuskan nilai dan tata kehidupan baru dalam bernegara dan bermasyarakat.
Webinar ini juga diharapkan bisa memberikan gagasan tentang kebijakan dan budaya antikorupsi pada pemerintah serta masyarakat desa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
Medsos Jadi Etalase Bisnis Konten Seksual, Perhatian Penonton Bisa Dikomodifikasi
-
BRI Private Berikan Akses Premium Medical Check Up untuk Nasabah
-
Kuliah Gratis PTN Didorong, Akademisi Ingatkan Jangan Sampai PTS Kehilangan Mahasiswa
-
BRI inFrame 2026, Saat Fotografi Mengisahkan Perjalanan Ekonomi Kerakyatan Indonesia
-
6 Fasilitas Kereta Kelas Luxury yang Membuat Perjalanan Berbeda