SuaraJogja.id - Tatapannya terlihat kosong seolah tak percaya dengan apa yang dilihat. Tak perlu waktu lama, air mata wanita paruh baya ini mengalir deras sebagai rasa kebahagiaan telah mendapati rumah yang sebelumnya hanya terbuat dari bambu kini menjadi lebih kokoh dengan aluminium dan beton.
Sri Asyiah, wanita asal Dusun Ngaran, Kelurahan Borobudur, Kabupaten Magelang ini, merupakan salah seorang warga yang menempati rumah tak layak huni.
Dalam kunjungan yang dilakukan Istri Kepala Staff Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, Hetty Andika Perkasa, Jumat (3/7/2020), warga yang mengidap struk ringan ini mendapat bantuan renovasi rumah baru.
"Terima kasih Bu Hetty Andika Perkasa, sekarang rumah saya sudah bagus dan ada kamar mandinya. Saya tidak perlu lagi berjalan jauh untuk mencari air dan mandi," tutur Sri dalam rilis yang diterima SuaraJogja.id, Rabu (8/7/2020).
Sri hanya hidup seorang diri, tak ada yang menemani hingga melakukan kegiatan apapun sulit. Hal itulah yang membuat Hetty Andika Perkasa terketuk untuk merenovasi rumah Sri dalam bakti sosial di wilayah Dusun Ngaran.
Sesuai petunjuk dari Hetty Andika Perkasa, maka Danrem 072/Pmk Brigjen TNI Ibnu Bintang Setiawan memerintahkan Dandenzibang Yogyakarta untuk segera memperbaiki dan membuatkan kamar mandi Sri.
Dalam waktu tiga hari, rumah dan kamar mandi dapat diselesaikan. Saat ini rumah renovasi sudah ditempati oleh Sri Asyiah sejak Selasa (7/7/2020).
"Pada Jumat, setelah kunjungan beliau, perbaikan rumah kami laksanakan. Dalam tiga hari rumah Ibu Sri selesai direnovasi dan bisa ditempati. Rumah juga sudah dibuatkan kamar mandi, sehingga tidak perlu lagi ke sungai. Ibu Sri juga bisa berjualan lotek lagi dan semoga senang dengan rumah barunya," ujar Ibnu Bintang.
Sementara itu, pemilik tanah yang ditempati rumah Sri Asyiah, Yuli, juga mengucapkan syukur dan berterima kasih kepada istri KSAD, yang telah peduli dan membantu perbaikan rumah Sri.
Baca Juga: Kini Viral, Masker Unik Istri KSAD Pernah Dipakai Saat Kunjungi Mbah Minto
"Saat ini Ibu Sri sudah memiliki tempat tinggal yang baik, dan kami ikhlas tanah kami ditempati untuk rumah Ibu Sri. Harapannya dia bisa menikmati rumah barunya yang lebih layak,” ungkap Yuli.
Hadir dalam penyerahan rumah tersebut, antara lain Kasi Ter Korem 072/Pmk Dandim 0705/Magelang, Dandenzibang Yogyakarta, Danramil Borobudur, Kapolsek Borobudur, Camat Borobudur, Lurah Borobudur, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Dusun Ngaran Borobudur.
Berita Terkait
-
Kini Viral, Masker Unik Istri KSAD Pernah Dipakai Saat Kunjungi Mbah Minto
-
Fakta Masker Istri KSAD Andika Perkasa, Harganya Bisa Buat Beli Motor
-
Canggih! Masker Unik Istri KSAD Jenderal Andika Perkasa, Intip Teknologinya
-
Masker Unik Istri KSAD Jenderal Andika Perkasa, Harganya Fantastis
-
Babinsa Dibunuh Anggota TNI AL di Hotel, KSAD: Proses sampai Tuntas!
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Seru, Dapatkan Harga Istimewa Hyundai Creta Lewat Program Triple Zero & Trade-In Benefit
-
Pesan Sri Sultan HB X di JBBA 2026, Bisnis Dibangun dengan Hati dan Kepercayaan
-
Perajin Menjerit! Batik Indonesia Dibajak Vietnam, Merek Lebih Dulu Didaftarkan di Luar Negeri
-
Pameran PASSAGE: Jembatan Seniman Yogyakarta Menuju Panggung Prancis
-
Ketika SD Negeri di Jogja Kekurangan Murid, Guru Patungan demi Tetap Bisa Bermimpi