SuaraJogja.id - Tak disangka, sandal jepit ternyata bisa membantu seorang pria lansia yang tercebur ke dalam sumur untuk bertahan sampai nyawanya masih selamat. Itulah yang dialami Bambang Suharto (62), warga Wirobrajan, Kota Jogja.
Ia sempat tercebur ke dalam sebuah sumur sedalam 14 meter. Namun, berkat sandal jepit, ia bisa bertahan selama dua jam di lokasinya terjebak.
Kapolsek Wirobrajan Kompol Endang Sri Widiyanti mengatakan bahwa Suharto tercebur ke dalam sebuah sumur serapan setelah menginjak penutup sumur yang kemudian jebol.
"Beruntung nyawa Suharto berhasil tertolong setelah petugas datang mengevakuasi. Korban tercebur di sumur dengan ke dalaman sekitar 14 meter," ujar Kompol Endang Sri Widiyanti, Jumat (10/7/2020), dikutip dari HarianJogja.com -- jaringan SuaraJogja.id.
Peristiwa nahas ini menimpa Kakek Suharto ketika ia sedang menyapu halaman rumah anaknya pada sekitar pukul 10.30 WIB. Karena kurang hati-hati, Suharto menginjak sebuah papan yang sudah lapuk, yang ternyata menutup sumur di bawahnya.
"Sontak, Suharto terperosok ke dalam sumur tersebut. Korban kemudian berteriak minta tolong. Beruntungnya, ada segerombolan anak kos di sekitar rumah anaknya. Mereka melihat ke sekitar sumur. Namun, korban tidak ditemukan. Setelah melihat ke dalam dasar sumur, didapatkan korban yang sudah mengapung bersama sendal jepitnya," jelas Endang.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Wirobrajan. Setelah mendapatkan informasi tersebut, sejumlah personel Polsek Wirobrajan mendatangi lokasi kejadian. Bersama warga, polisi melakukan upaya evakuasi Suharto.
"Evakuasi juga dilakukan secara hati-hati. Petugas menggunakan tangga dan tali. Saat diangkat, kondisi korban sudah lemah. Beruntungnya, korban masih dalam keadaan selamat. Namun, korban mengalami luka di bagian kepala," terang Endang.
ia melanjutkan, korban ternyata sempat mengapung selama kurang lebih dua jam sebelum upaya evakuasi untuk menyelamatkan nyawanya dilakukan. Korban bisa bertahan berkat bantuan sandal jepitnya.
Baca Juga: Dicari Mau Diajak Salat Subuh, Istri Syok Lihat Suami Nyemplung ke Sumur
"Suharto mengambang bersama sandal jepitnya yang terlepas dari kakinya. Padahal saat kejadian nahas tersebut terjadi, kedalaman air sumur sekitar dua meter. Namun, Suharto masih bisa bertahan," terangnya.
Sandal yang terlepas dari kaki Suharto, kata Endang, berfungsi sebagai pelindung sikunya dari tembok sumur serapan yang berdiameter 60 cm. Tangan Suharto kesakitan akibat menopang beban tubuhnya. Akhirnya, ia menjepit kedua sandal jepit dengan masing-masing sikunya agar tidak tergores tembok sumur.
"Sandal untuk lindungi siku dari goresan cor sumur. Kemudian, sandal jepit dipakai. Kalau hanya pakai siku kan sakit, korban terus pakai sandal," jelas Endang.
Setelah berhasil dievakuasi, Suharto langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat dan diberi pertolongan pertama serta perawatan medis.
"Korban bisa bertahan selam dua jam dibantu sandal jepitnya, setelah dievakuasi korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis," tutur Endang.
Berita Terkait
-
Dicari Mau Diajak Salat Subuh, Istri Syok Lihat Suami Nyemplung ke Sumur
-
Waduh! Pedagang Pasar Sumur Batu Pada 'Kabur' Mau Dites Virus Corona Massal
-
Tewas Nyemplung ke Sumur, Zuni Hanifah Diduga Stres Pulang dari Malaysia
-
Tewas Mengenaskan, Mayat Perempuan Bercelana Pendek Ditemukan di Sumur
-
Identitas Mayat Perempuan di Sumur Terungkap, Diduga Belakangan Depresi
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat