SuaraJogja.id - Aksi sekelompok remaja yang membuat konten parodi pedofilia di TikTok yang viral beberapa waktu lalu membuat netizen geram. Belakangan, para pemuda tersebut minta maaf.
Sebelumnya muncul video TikTok dimana sebanyak empat remaja terlihat keluar dari sebuah bangunan kosong sambil membetulkan letak celananya. Setelah itu di akhir video muncul seorang anak kecil.
Video yang diduga merupakan konten parodi pedofilia itupun langsung dihujat netizen.
"Pedophilia is not a joke," komentar @vnv****.
"Ini itu bercandaan yang trend tapi ini penghinaan anak kecil gitu loh gak pantes. Anak kecil dijadiin konten ***** orang gede mah ya gpp lah udah tau jokes sama itu, anak kecil coba? bayangin," kata @nayaadel***.
"Walaupun becanda tapi jijik njirr ada laki kek gitu," ujar @dsyl***.
"Yang bilang 'itu ka cuma bercandaan doang' bapak lu bercanda, itu sama aja pelecehan juga," kata @celaa****.
Belakangan, keempat remaja itu membuat permohonan maaf. Video permohonan maaf itu diunggah oleh akun Instagram @tante_rempong_official pada Jumat (10/7/2020).
"Saya selaku akun @prasetya ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada netizen," kata salah satu pemuda yang diduga merupakan pemilik akun TikTok yang memuat konten parodi pedofilia.
Baca Juga: Prakiraan cuaca Jogja Hari Ini, sabtu 11 Juli 2020
Pandangan pemuda itu menatap lurus ke arah kamera sembari mengucapkan permohonan maafnya. Ia mengaku tidak menduga jika kontennya akan memunculkan kecaman warganet.
"Sebenarnya kami cuma mau bercanda tidak bermaksud sedikitpun untuk membuat warga netizen menjadi kesal atau marah," kata pemuda berkaos hijau itu.
Sementara satu pemuda itu meminta maaf, ketiga temannya hanya diam dan tertunduk.
"Sekali lagi kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh dunia netizen," pungkas si pemilik akun TikTok.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Peringati 250 Tahun AS, Kedutaan Besar AS Gelar Pelatihan Jurnalisme Mobile di Yogyakarta
-
Jogja Laptop Festival 2026: Axioo Suguhkan Hype AMD X1 dan Pongo 535
-
Kejagung Bergerak, Seluruh Titik SPPG DIY Disisir Kejati
-
Kemenpar Dorong Penerbangan Langsung India-YIA, Bidik Kenaikan Wisatawan ke Yogyakarta
-
Anggaran MBG Dipangkas Rp94 Triliun, Bagaimana Nasib Ratusan SPPG di Jogja?