SuaraJogja.id - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menganugerahi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar gelar doktor honoris causa.
Pemberian gelar kehormatan ini digelar di Auditorium UNY, Yogyakarta, Sabtu (10/7/2020).
Rektor UNY, Sutrisna Wibawa, mengatakan gelar itu diberikan kepada Gus Menteri (Mendes PDTT) atas perannya terhadap pengembangan desa. Sejak menjadi anggota DPRD hingga menjadi menteri, komitmen terhadap pembangunan desa terus diwujudkan.
"Melihat rekam jejak ini dan hasil kajian dari tim promotor maka gelar doktor honoris causa ini diberikan," kata Sutrisna seperti dilansir dari Antara.
Ketua Tim Promotor Prof Yoyon Haryono mengatakan, Gus Menteri sangat layak menerima gelar ini karena memang rekam jejaknya selama ini memang dekat dengan desa.
"Penghargaan ini layak karena akumulasi prestasi untuk membangun kemandirian dan kesejahteraan desa hingga UNY nilai gelar ini layak diberikan," kata Yoyon.
Gus Menteri menerima doktor kehormatan itu dalam sidang UNY bidang manajemen pemberdayaan masyarakat desa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat