SuaraJogja.id - Penerbangan rute domestik mulai merangkak naik di tengah situasi pandemi COVID-19 yang urung mereda. Kalau Juni 2020 lalu sempat hampir 0 persen, maka pada pertengahan Juli 2020 ini performanya sudah meningkat hingga 42 persen.
"Jadi dengan adanya tingkat movement yang membaik, berkembang positif, kami berharap pengendalian dan pengawasan dari pemerintah untuk melayani masyarakat tidak boleh kendor, baik untuk melayani operator pesawat udara, operator navigasi dan bandara yang tetap mematuhi aturan protokol kesehatan," ungkap Dirjen Perhubungan Udara, Novie Riyanto di sela Rakor Kantor Otoritas Bandar Udara di Grand Mercure Yogyakarta, Sabtu (18/07/2020) siang.
Perkembangan ke arah positif ini seiring terbitnya Surat Edaran Nomor : 13 Tahun 2020 tentang Operasional Transportasi Udara dalam Masa Kegiatan Masyarakat Produktif dan Aman dari Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pada awal Juni 2020 lalu dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Hubud) Kementerian Perhubungan. Bahkan okupansi penumpang domestik pun menunjukkan performa yang merambat naik hingga 40-50 persen.
Namun pengembalian kepercayaan masyarakat untuk menggunakan moda transportasi udara tidaklah mudah. Melalui SE edaran tersebut, berbagai kebijakan diubah dalam rangka mematuhi protokol kesehatan.
Yaitu, adanya peraturan-peraturan teknis dan spesifik mengenai operasional transportasi udara dalam masa adaptasi kebiasaan baru. Seperti panduan operator penerbangan, penanganan penumpang pesawat udara dan pengaturan slot time dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19 melalui transportasi udara.
Diantaranya mengurangi waktu pengisian kartu kewaspadaan kesehatan atau (Health Alert Card (HAC) dan formulir penyelidikan epidemiologi yang diberikan personel KKP. Kalau sebelumnya 4 jam sebelum penerbangan maka kini dikurangi hingga menjadi 1 jam saja.
"Kalau dulu kan AHC pakai manual sehingga penumpang datang empat jam sebelum penerbangan. Saat ini direduksi menjadi satu jam saja dengan pemberlakuan barcode dan digital technology," jelasnya.
Novie memastikan Dirjen Perhubungan menerapkan aturan yang ketat pada bandara-bandara di Indonesia, termasuk para perusahaan penerbangan. Selain penerapan protokol kesehatan, Novie memastikan perusahaan penerbangan harus mengutamakan keamanan penumpang selama berada di pesawat.
Dengan demikian penerbangan udara tidak akan mentransmisi virus corona diantara penumpang. Meski di pesawat, sirkulasi udara dan Air Conditioner (AC) berbeda dari moda lain.
Baca Juga: Positif Covid-19, Calon Penumpang di Bandara YIA Dikembalikan ke Semarang
"Sirkulasi udara di kabin pesawat kan berganti tiap tiga sampai empat menit seperti halnya di ruangan ICU rumah sakit. Ini berbeda dari ruangan AC atau di moda lain karena ada standar kesehatan internasional," imbuhnya.
Novie berharap performa penerbangan kedepan akan semakin membaik. Meski pandemi tidak bisa dipastikan sampai kapan, perekonomian Indonesia, termasuk di dunia penerbangan harus mulai dipulihkan.
Bila bandara mulai beroperasi, maka pesawat dari perusahan-perusahaan penerbangan pun juga akan mulai membuka jadwal dan penyewaan bandara. Sirkulasi semacam ini sangat dibutuhkan agar dunia penerbangan Indonesia tidak semakin terpuruk karena pandemi COVID-19.
"Kita juga memberikan relaksasi penerbangan meski harus sesuai standar kesehatan. Pengguna transportasi udara selama penerbangan diharapkan memantuhi protokol kesehatan untukt meminimalisir interaksi baik dengan sesama penumpang maupun dengan awak kabin sehingga kita semua bisa menghambat penyebaran pandemi," katanya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi