SuaraJogja.id - Sebanyak 22 narapidana (napi) bandar narkoba dipindahkan dari Yogyakarta ke Nusakambangan. Mereka termasuk dalam total 228 napi yang dipindahkan dari sejumlah lembaga pemasyarakatan (lapas) ke Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Dari 228 napi tersebut, kini pemindahan secara bertahap dilakukan terhadap 90 napi dari lapas di Jawa Barat. Direktur Jenderal Pemasyarakatan Reynhard Silitonga mengatakan, pemindahan tersebut dilakukan pada Jumat (17/7/2020) malam dan tiba di Nusakambangan pada Sabtu (18/7/2020) dini hari.
Ia menyebutkan, dari 90 bandar narkoba dari Jawa Barat itu, 23 orang dipindahkan dari Lapas Kelas 1 Cirebon, 13 orang dari Lapas Narkotika Kelas 2 Gunung Sindur, 12 orang dari Lapas Narkotika Kelas 2A Cirebon, 5 orang dari Lapas Kelas 2A Gunung Sindur, 22 orang dari Lapas Kelas 2A Banceuy, dan 15 orang dari Lapas Kelas 2 Karawang.
"Jadi, total yang baru sampai tadi malam sebanyak 90 orang adalah para bandar narkoba yang berada di lembaga pemasyarakatan di wilayah Jawa Barat," katanya saat memberi keterangan pers di Dermaga Wijayapura Cilacap, Sabtu.
Sebelumnya, kata dia, pihaknya juga telah memindahkan sebanyak 138 napi bandar narkoba dari sejumlah lapas secara bertahap. Di antaranya 22 napi dari Yogyakarta, 75 napi dari Jakarta, dan 41 napi yang dipindahkan pada tahap pertama, sehingga total ada 228 napi yang telah dipindahkan.
"Kami tegaskan ini bentuk keseriusan dan komitmen kami dari Ditjen Pemasyarakatan dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia. Dengan pemindahan ini, kami berharap peredaran narkoba di wilayah kita yang tercinta ini semakin berkurang, dengan pemindahan ini diharapkan peredaran narkoba di negara kita yang tercinta semakin berkurang," katanya, dikutip dari ANTARA.
Terkait penempatan sebanyak 90 napi yang baru dipindahkan itu, Reynhard mengatakan, 53 orang di antaranya akan ditempatkan di Lapas Karanganyar dan sisanya di Lapas Narkotika, Nusakambangan.
"Hukumannya, hukuman mati dan hukuman seumur hidup serta ada juga yang di bawah itu hukumannya, tapi diidentifikasi menjadi pengendali narkoba di luar, sehingga yang bersangkutan juga dikirim ke Nusakambangan," jelas Reynhard, menambahkan bahwa proses pemindahan napi dari lapas asal menuju Nusakambangan tetap disertai penerapan protokol kesehatan.
Baca Juga: Dirjen PAS: Petugas Terlibat Narkoba Dikirim ke Lapas Supermaksimum
Berita Terkait
-
Dirjen PAS: Petugas Terlibat Narkoba Dikirim ke Lapas Supermaksimum
-
Transaksi di TPU, Kaki Bandar Narkoba Patah saat Berusaha Kabur dari Polisi
-
Habib Bahar Pilih Tetap di Nusakambangan, Menteri Yasonna: Beliau Nyaman
-
Top 5 SuaraJogja: Perempuan Aceh Masuk Kristen hingga Anak Kos Kesurupan
-
Walikota Risma Murka Lihat Bandar Narkoba Pakai Masker Bonek
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
Terkini
-
Kronologi Pemudik Terjebak di Jalan Sawah Sleman Akibat Google Maps, Antrean Panjang Tak Terhindar
-
Viral! Google Maps Sesatkan Pemudik Lebaran ke Jalan Sawah, Arus Balik Mencekam di Tengah Padi
-
5 Tips Agar Tiket Jambi Jakarta Bisa Lebih Menguntungkan
-
Bosen WFA di Rumah? ASN Jogja Wajib Coba 5 Cafe Alam Ini, Kerja Lancar Hati Tenang!
-
WFA Pasca Lebaran 2026 Diberlakukan, 36 Ribu Pemudik Masuk ke Jogja