SuaraJogja.id - Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Yogyakarta melaksanakan bakti sosial kepada masyarakat di wilayah pesisir. Kegiatan ini bertujuan membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khsususnya yang berada di sepanjanga kawasan pesisir pantai Yogyakarta.
"Kegiatan baksos ini diselenggarakan oleh Staf Potensi Maritim karena melihat bencana non-alam berupa Covid-19 ini masih terus berlangsung dan bahkan cenderung ada peningkatan," ujar Danlanal Yogyakarta Kolonel Marinir Bambang Adriantoro ketika ditemui awak media di Pangkalan TNI AL Yogyakarta Posal Samas, Selasa (28/7/2020).
Bambang mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai salah satu tugas pokok Pangkalan TNI AL berupa pembinaan dan pemberdayaan masyarakat wilayah pesisir, terlebih lagi kondisi wilayah pesisir pantai di DIY memiliki panjang garis pantai sekitar 113 KM dengan meliputi tiga kabupaten, yakni Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo.
Lebih lanjut dijelaskan Bambang, kegiatan bakti sosial ini akan diselenggarakan selama dua hari. Pelaksanaannya pun akan dilakukan secara serentak di tiga kabupaten dengan bertempat di 4 lokasi berbeda, yakni Posal Sadeng Gunungkidul, Posal Karangwuni Kulon Progo, lingkungan rumah dinas (Rumdis) TNI AL Donotirto Bangunjiwo Bantul, dan pusatnya di Posal Samas Bantul.
"Kami tidak hanya melaksanakan kegiatan baksos saja, tetapi juga penyuluhan kepada masyarakat terkait dengan adaptasi kebiasaan baru agar penyebaran Covid-19 tidak kembali meningkat," ungkapnya.
Dalam baksos kali ini diberikan bantuan berupa alat dan sarana kesehatan pencegahan Covid-19, mulai dari alat dan tandon cuci tangan sebanyak 17 unit, alat semprot atau sprayer disinfektan manual sebanyak 20 unit, alat semprot disinfektan mesin sebanyak 30 unit, jeriken berisi cairan disinfektan berukuran 5 liter sebanyak 200 buah, dan bantuan sembako sebanyak 1.500 paket berisi beras, gula, dan lainnya, seperti masker, handsanitizer, dan sabun kesehatan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Koordinator Wilayah Posal Sadeng, Posal Karangwuni, Posal Samas, dan Rumdis Donotirto beserta dengan 120 personel Lanal Yogyakarta, ditambah dengan Polsek dan Koramil setempat. Adapun penerima bantuan itu berasal dari perwakilan warga pesisir di tiga kabupaten dan unsur masyarakat maritim dari pokdarwis dan nelayan.
"Semoga dengan bantuan ini bisa membantu masyarakat dan menekan peningkatan jumlah penambahan kasus Covid-19," tandasnya.
Baca Juga: BNN dan Blank Blend Thonk Road Campaign #Hidup100persen di Banten
Berita Terkait
-
BNN dan Blank Blend Thonk Road Campaign #Hidup100persen di Banten
-
Korban Banjir Bandang Luwu Utara Dapat Pasokan Sembako dari Waskita
-
Penarik Bentor di Bantul Terdampak Pandemi, Pemkab Salurkan Bantuan Sembako
-
Saat Anggota TNI Salat di Atas Kapal Selam
-
Prajurit TNI AL Salat Jamaah di Atas Kapal Selam, Warganet: Allahu Akbar
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Motor Listrik Rakitan Siswa SMK Ini Tembus 132 Km/Jam, Suaranya Nyaris Tak Terdengar
-
Rupiah Melemah, Biaya Produksi Pertanian di Jogja Naik, Pemda DIY Siapkan Pemetaan Dampak ke Petani
-
Jogja Darurat Pendidikan: 5.023 Anak Putus Sekolah, Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Aisyiyah: Pernyataan Prabowo 'Desa Tak Butuh Dolar' Cederai Rakyat
-
Polisi Sebut Kasus Tewasnya Pelajar di Kawasan Kridosono Bukan Klitih, Tapi Perselisihan Antar Geng?