"Kalau kamu begini, senengnya begini, ya begini. Lakukan," imbuhnya.
Ia berpesan, apapun identitas pribadi agar dapat diterima, sehingga bisa dikembangkan untuk meraih penghasilan. Hamzah tidak pernah malu dengan identitas dirinya. Menurutnya, jika malu dan tidak bisa menerima diri sendiri, bagaimana oranglain akan menerima dirinya.
Lingkungan tempat Hamzah tumbuh dan berkembang sendiri selalu mendukung keinginannya. Sejak kecil ia diijinkan untuk belajar mengikuti wayang orang. Ia bahkan rutin diantar jemput ayahnya ketika mengikuti les wayang orang.
"Sekarang kamu bisanya apa ya lakukan. Tapi jangan selama seumur hidup itu kamu bersembunyi. Terima saja dan berbuat baik, berguna buat orang," pesan Hamzah.
Untuk generasi muda yang takut mengeluarkan identitas dirinya, Hamzah berpesan untuk menerima diri sendiri. Tidak peduli apapun jati diri seseorang, menurutnya yang terpenting adalah berbuat baik dan bisa berguna bagi banyak orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY
-
Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial
-
Cak Nun hingga Eross Sheila on 7, Jejak 77 Tahun MUHI Yogyakarta Diabadikan dalam Buku