SuaraJogja.id - Peristiwa pesepeda meninggal akibat kecelakaan di jalan raya kembali terjadi. Kejadian kali ini memakan korban bernama Suprapto Purwijayanto, yang dikenal sebagai salah seorang pendiri stasiun radio Geronimo FM di Yogyakarta. Ia diduga menjadi korban tabrak lari di wilayah Sleman.
Kasatlantas Polres Sleman AKP Mega Tetuko membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, peristiwa terjadi pada Rabu (12/8/2020).
"Benar ada seorang pesepeda yang meninggal dunia usai terlibat kecelakaan. Diduga menjadi korban tabrak lari," jelas Mega, dikonfirmasi wartawan, Jumat (14/8/2020).
Mega menuturkan, kecelakaan terjadi di depan Gudang Indofood Dusun Cambanan, Desa Nogotirto, Gamping, Sleman. Insiden terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.
"Kejadiannya sore antara sepeda kayuh, dari keterangan saksi, ada mobil yang diduga menabrak korban," kata Mega.
Ia membeberkan, awalnya korban berniat menyeberang dari arah timur ke barat dengan menuntun sepeda. Namun dari arah selatan ke utara, melaju mobil yang belum diketahui nomor polisinya.
"Karena jarak terlalu dekat, maka mobil yang tidak diketahui identitasnya tidak dapat menguasai kendaraan, kemudian membentur pengayuh sepeda. Selanjutnya, pengayuh sepeda terjatuh dan terjadilah laka lantas, kemudian diantar oleh mobil yang menabrak korban tersebut ke rumah sakit Queen Latifa," kata Mega.
Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami luka parah di bagian kepala. Selain itu, tangan dan tulang rusuk patah. Korban tewas dari kecelakaan tersebut.
Ia melanjutkan, saat pasien ditangani oleh tim medis, justru pihak pengemudi mobil meninggalkan lokasi. Mega masih mendalami kasus tersebut untuk menemukan pengemudi mobil.
Baca Juga: Sepeda Sedang Tren, Begini Cara Aman Mengangkutnya di Mobil
"Kami tak mendapatkan identitas pemilik mobil ataupun nomor polisinya. Kami masih menyelidiki kasus tersebut," katanya.
Korban juga merupakan anggota Antar Lintas Gowes Jogja (Algojo). Salah seorang pengurus Algojo, Edi Purwanto, membeberkan bahwa kecelakaan terjadi di sekitar Ring Road Barat.
"Salah satu anggota kami terlibat kecelakaan hingga tewas saat bersepeda. Saya juga kaget setelah mendapat kabar tersebut," jelas Edi Purwanto dihubungi wartawan.
Ia menjelaskan, korban sangat mudah bergaul dan tergabung di banyak komunitas. Pria yang wafat di usia 72 tahun ini merupakan salah satu pendiri radio Genorimo FM Yogyakarta.
"Beliau juga salah satu pendiri Geronimo FM. Kami mengetahui karena dia kerap bersepeda dan menceritakan pengalamannya," ungkap Edi.
Ia menjelaskan, korban meninggal pada pukul 21.45 WIB setelah melalui pemeriksaan medis. Pemakaman sendiri dilakukan di wilayah Pleret, Bantul pada Kamis (13/8/2020).
Berita Terkait
-
Sepeda Sedang Tren, Begini Cara Aman Mengangkutnya di Mobil
-
Bersepeda di Halaman Rumah, Bocah 5 Tahun Ini Ditembak Tetangga Sendiri
-
Semarak BJB Cycling DigiCash V-Ride, Gowes Virtual di Era Digital
-
Jangan Asal Gowes, Ini Panduan Bersepeda yang Benar di Jalan Raya
-
Simak! Aturan Bersepeda yang Baik dan Benar di Jalan Raya
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Axioo Hadir di Agres Karnaval Gadget 2026 Yogyakarta dengan Aktivitas AI dan Gaming
-
Tak Sekadar Pamer Produk, ADVAN Ajak Pengunjung Karnaval Gadget Jogja Coba Langsung
-
RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Akademisi: Kewenangan Besar Tanpa Pengawasan Bisa Jadi Bumerang
-
Tragedi Drag Race Jadi Alarm, IMI Sebut Tak Semua Daerah Punya Venue Layak
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran