SuaraJogja.id - Seorang dokter jantung bernama Berlian Idris membagikan kisah ibunya yang baru saja dinyatakan sembuh dari Covid-19. Sebelumnya, sang ibu sempat menunggu selama 10 jam untuk mendapat perawatan.
Melalui akun Twitter pribadinya @berlianidris, ia menyampaikan bahwa ibunya baru saja dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah dirawat selama 15 hari; enam hari di antaranya berada di ICU.
Berlian menyebutkan bahwa itu adalah masa yang berat untuk ibunya dan keluarga. Sang ibu ditengarai tertular dari temannya yang tak mau mengenakan masker dan saat diingatkan malah mengatakan bahwa di sekitarnya tidak ada corona.
"Setelah mencari selama hampir 10 jam akhirnya ibu saya mendapatkan bed ICU, dan dirujuk ke RS tersebut pukul 01:00 dini hari," tulis Berlian, Rabu (19/8/2020).
Ia juga menuliskan, dari perkataan dokter yang menangani, jika terlambat sebentar saja, ranjang itu sudah menjadi milik pasien lainnya. Beruntungnya, sang ibu berhasil mendapatkan ranjang setelah 10 jam menunggu.
Saat itu keluhan ibunya sebenarnya tidak terlalu berat, tetapi saturasi oksigen dalam arteri cenderung rendah, yakni antara 92-93%. Selain itu, gambaran infeksi paru-paru dari hasil CT Scan luas.
"Khawatir mengalami happy hypoxia dengan gagal napas yang tidak terpantau, diputuskan untuk merawat beliau di ICU," imbuh Berlian.
Sejak awal, dokter sudah meminta persetujuan untuk melakukan semua tindakan yang dinilai perlu, terutama jika kondisi pasien memburuk, termasuk dalam penggunaan ventilator.
Selain persetujuan tindakan, keluarga juga mentandatangani persetujuan untuk tidak boleh membesuk, dan jika pasien meninggal, pemakaman jenazah akan dilakukan sesuai protokol Covid-19.
Baca Juga: Seharis Nyaris 2 Ribu Kasus, Pasien Covid-19 RI Kini Tembus 144.945 Orang
"Selain gagal napas, masalah katastropis lain yang dihadapi pasien #COVID19 adalah pembekuan darah sistemik, yang dievaluasi dari nilai D-dimer. Ibu saya nilai D-dimernya 2.4 (!); ini sangat meningkat dibanding nilai normal yang 0.5 mg/L," tulis Berlian.
Namun singkat cerita, akhirnya sang ibu berhasil dinyatakan sembuh setelah hasil swab ketiga menunjukkan negatif Covid-19. Sayangnya, meski membaik, tetapi hasil CT Scan kedua masih menunjukkan Ground Glass Opacity (GGO) multipel. D-dimer ibunya sudah turun ke 1.1, tetapi belum normal.
Bagi pasien Covid-19, pascainfeksi tidak berarti masalah sudah usai. Ibunya sendiri masih merasakan kelelahan dan napas yang tidak lepas. Baik D-dimer maupun CT Scan pasien pun belum kembali normal.
Berlian juga menyampaikan apresiasi kepada petugas kesehatan Puskesmas Kecamatan Jagakarsa DKI Jakarta. Tanpa syarat dan biaya apa pun, ia dan 13 orang yang pernah menjalin kontak dengan ibunya dilayani melakukan tes swab, dan semua memiliki hasil negatif.
"Semoga Allah membalas kebaikan semua yang telah membantu & mendoakan Ibu hingga berhasil 'sembuh' & pulang dari perawatan," imbuh Berlian.
Selain ibunya, sang ayah juga sempat menjalani perawatan selama lima hari bersamaan dengan sang ibu. Namun, ayahnya memiliki hasil swab negatif sebanyak tiga kali, termasuk setelah pulang ke rumah.
Berita Terkait
-
Jayapura, Daerah Kasus Aktif Covid-19 Terbanyak di Indonesia
-
Seharis Nyaris 2 Ribu Kasus, Pasien Covid-19 RI Kini Tembus 144.945 Orang
-
80 Dokter Indonesia Meninggal Dunia Akibat Covid-19, Ini Daftarnya!
-
Studi: Steroid Bisa Menekan Kematian Pasien Covid-19 secara Signifikan
-
Pasien Covid-19 Kota Sorong Meningkatkan Menjadi 327 orang
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY
-
Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial
-
Cak Nun hingga Eross Sheila on 7, Jejak 77 Tahun MUHI Yogyakarta Diabadikan dalam Buku