SuaraJogja.id - Bantuan subsidi upah tahap pertama di Jogja sudah cair. Bantuan senilai Rp1,2 juta pun langsung ditransfer ke masing-masing rekening 144.486 pekerja di Kota Yogyakarta.
“Data penerima yang saat ini sudah mulai menerima bantuan subsidi upah sepenuhnya ditentukan oleh pusat. Harapannya, tahap pertama sudah tuntas dicairkan pada bulan ini atau awal September,” ungkap Kepala BP Jamsostek Cabang Yogyakarta Asri Basir di sela peluncuran bantuan subsidi upah (BSU) di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (27/8/2020).
Bantuan subsidi upah yang akan diterima pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan bernilai Rp600.000 per bulan.
Bantuan akan diberikan selam empat bulan, sehingga total bantuan yang akan diterima pekerja mencapai Rp2,4 juta.
Pencairan dilakukan dalam dua tahap.
“Untuk pencairan tahap berikutnya, masih menunggu jadwal,” kata Asri, memastikan bahwa satu pekerja hanya akan mendapat satu bantuan subsidi upah.
Oleh karena itu, lanjut dia, jika pekerja tersebut tercatat bekerja di lebih dari satu perusahaan yang berbeda, maka pekerja hanya memperoleh satu bantuan subsidi upah.
“Jadi jangan berharap meskipun bekerja di lebih dari satu perusahaan atau badan usaha dan memiliki banyak nomor rekening, tetapi ia hanya akan menerima satu bantuan,” katanya.
Asri mengatakan, dasar yang digunakan untuk pencairan bantuan subdisi upah adalah nomor induk kependudukan (NIK).
Baca Juga: Pemerintah Diminta Cari Solusi Bantuan Subsidi bagi Pekerja Informal
Dilansir ANTARA, dibanding kabupaten lain di DIY, jumlah pekerja di Kota Yogyakarta yang saat ini tercatat memperoleh bantuan subsidi upah merupakan yang tertinggi dibanding kabupaten lain.
Jumlah pekerja di Kabupaten Sleman yang menerima bantuan sebanyak 46.529 orang, Bantul 30.665 pekerja, Kulon Progo 11.455 pekerja, dan Gunungkidul 10.567 pekerja.
Total penerima bantuan di DIY untuk saat ini sebanyak 243.702 pekerja dan dimungkinkan bertambah karena masih ada data dalam proses verifikasi.
Sebagian besar pekerja dari DIY yang memperoleh bantuan subsidi upah berasal dari perhotelan dan industri garmen.
Keterlibatan perusahaan di DIY pun mendapat apresiasi dari Asri. Menurutnya, perusahaan-perusahaan ini tertib membayarkan premi yang sempat tertunggak.
Bahkan, kata dia, beberapa perusahaan ada yang mendaftarkan kepesertaan baru pada Juni.
Berita Terkait
-
Pemerintah Diminta Cari Solusi Bantuan Subsidi bagi Pekerja Informal
-
Tak Mampu Bayar Biaya Kencan, Pria Ini Nekat Tikam PSK Usai Hubungan Intim
-
Nasib Pilu 18 Calon ABK di Cilincing, Batal Kerja Malah Diusir Perusahaan
-
Senam Pekerja Sehat Bertujuan untuk Tingkatkan Produktivitas Pekerja
-
Serentak Hari Ini, Buruh Demo Tolak Omnibus Law dan PHK Akibat Covid-19
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial
-
Cak Nun hingga Eross Sheila on 7, Jejak 77 Tahun MUHI Yogyakarta Diabadikan dalam Buku
-
Wishlist Steam Menumpuk? Ini 5 Cara Menyiasati Musim Diskon Besar
-
Sukses di Jogja, ZAP Fest 2026 Siap Sambangi 2 Kota Lain dengan Konsep Beauty, Music, dan Lifestyle