Ilustrasi Pilkada Serentak. [Ayobandung.com]
Yani mengungkapkan jika rekomendasi dari DPP keluar pada tanggal 30 Juni 2020 yang lalu.
Sutrisno mendapat rekomendasi karena pihaknya telah mengusulkan nama hasil penjaringan yang mereka lakukan.
Ada 4 nama yang turut serta dalam penjaringan yaitu Bahron Rosyid, hery Susanto, Sutrisna Wibawa dan Mayor Sunaryanto.
Kemudian Sutrisna mendapat rekomendasi karena kemungkinan besar karena DPP melihat elektabilitas mantan Rektor UNY tersebut cukup tinggi.
Awalnya yang dilihat adalah visi misi membangun Gunungkidul, namun di tengah perjalanan Bahron Rosyid mengundurkan diri. Sehingga sisa tiga orang, di mana Sutrisna jauh dikenal dibanding dengan calon yang lain karena aktif di media sosial.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Gelombang Pengunduran Diri di Partai Buruh Berlanjut, Seluruh Pengurus DIY Kompak Pamit
-
Viral Debat Mahasiswa dan Rektorat UNY saat Hendak Gelar Aksi, Begini Kronologi Lengkapnya
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda