SuaraJogja.id - Seorang pria berkaos putih keabu-abuan dan bertopi hitam tengah duduk santai di atas kursi plastik berwarna hijau di pinggir jalan di satu sudut Kota Jogja . Ia terlihat asyik mengobrol dengan beberapa rekannya.
Kepulan asap rokok serta beberapa gelas kopi menambah syahdu suasana Jumat malam (28/8/2020) di sebuah warung kopi sederhana yang terletak di Jalan Mutiara, Gondukusuman, Kota Jogja.
Mereka adalah anggota komunitas ISC (Indonesian Starlet Club) chapter Yogyakarta, sebuah komunitas mobil yang berisikan penggemar dari sebuah hatchback lawas, Toyota Starlet. Komunitas ini berdiri sejak tahun 1999 dan kini beranggotakan sebanyak 160-an orang.
"Saya mempunyai Starlet sejak tahun 2014," tutur pria bertopi hitam. Ia bernama Wiriatmoko, yang memegang posisi sebagai ketua klub tersebut.
"Dulunya saya memiliki mobil buatan tahun 92, lalu saya memiliki versi tahun 96," lanjutnya.
Ia kemudian menunjuk sebuah mobil berwarna merah yang terparkir di seberang jalan. Di sana terdapat 6 kendaraan dengan jenis yang sama namun warna yang berbeda-beda.
"Itu mesinnya full original. Tapi kencang," ucapnya sambil tertawa.
Kencang bukanlah satu-satunya hal yang membuat mobil ini punya penggemar setia. Ada beberapa faktor lain yang membuat mobil-mobil tua ini masih digemari. Setidaknya faktor-faktor inilah yang menjadi pemicu tergabungnya ratusan anggota klub mobil tersebut.
Si Tua yang Gesit
Baca Juga: Percepat Tes Covid-19, Labkesda DKI Kerahkan Mobil Laboratorium Keliling
Lincah, irit dan handal. Tiga hal ini menjadi alasan solid yang membuat Toyota Starlet sulit tergantikan, setidaknya begitulah menurut para anggota klub mobil ini.
Walaupun edisi baru dari hatchback ini sudah tak bisa ditemui lagi di pasaran, namun mobil ini rupanya masih banyak diminati.
"Keluhan dari mobil ini menurut saya tidak ada. Mobil ini nyaman dipakai," kata Wiriatmoko.
"Selama mobil itu dalam kondisi terawat," sahut seorang pria berkaos hitam. Pria ini bernama Wawan yang mana merupakan wakil ketua klub tersebut.
Sambil sesekali mengisap rokok, Wiriatmoko menceritakan bahwa ada beberapa anggotanya yang memiliki beberapa mobil dalam berbagai tipe dan tahun pembuatan yang lebih baru, namun mereka malah lebih menyukai Starlet yang notabene keluaran lawas.
"Nuwun sewu ya, mas ini mobilnya banyak, tapi yang paling ia sukai justru Starlet. Mobilnya yang keluaran baru ada, yang lawas juga punya," ungkap Wiriatmoko sambil menunjuk Wawan dengan ekspresi antusias.
"Wis bandel, nyaman, irit pula," imbuhnya.
Tak ada gading yang tak retak. Walaupun mobil ini terlihat sempurna di mata mereka, namun ada juga momen di mana tunggangan mereka mengalami kendala teknis.
Beruntung karena beberapa anggota mereka berprofesi sebagai mekanik mobil, sehingga jika Starlet mereka ada yang ngadat, maka bisa diatasi dengan cepat.
"Kami pastikan sebelum kopdar atau touring, mobil-mobil kami selalu menjalani proses tune up," ungkap Wawan.
Walaupun sudah mengalami proses pengecekan namun tetap ada saja momen unik yang terjadi saat klub ini sedang jalan-jalan berjamaah.
"2017 lalu, kami sempat ikut jambore ke Cibubur. Salah satu mobil rekan kami mogok. Ternyata overheat karena ada masalah di radiator," ungkap pria yang kerap disapa dengan nama Pak Wiri tersebut.
"Kadang kipas radiator mati, itu juga bisa," sahut sang wakil ketua.
"Wah seru waktu kejadian itu," kata Wiriatmoko sambil tertawa lebar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Atasi Dampak Kekeringan, BBWS Serayu Opak Pasok Air Bersih ke Sejumlah Titik Rawan di Jateng dan DIY
-
Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
-
Maestro Seni Rupa Nasirun Wafat, Rencana Pameran pun Batal
-
Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan
-
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP, BRI Kian Perkuat Ekonomi Kerakyatan