SuaraJogja.id - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Bantul tidak memberikan perbedaan dalam pemberian bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat, khsususnya bagi penyandang disabilitas.
Setiap warga yang sudah memenuhi persyaratan melalui musyawarah desa berhak mendapat bansos.
Hal itu ditegaskan langsung oleh Kepala Dinsos P3A Bantul Didik Warsito. Seluruh bansos akan disalurkan kepada masyarakat melalui satu pintu utama, yakni musyawarah desa.
Dalam hal ini bantuan akan menyasar seluruh kalangan masyarakat termasuk penyandang disabilitas.
"Sekarang yang kita lakukan khususnya untuk dana APBD itu baru meng-cover masyarakat yang belum mendapatkan bantuan, baik BLT, BPNT Perluasan, dan lainnya. Bagi yang belum mendapatkan kemarin kita akan berikan bantuan tidak terkhusus pada teman-teman difabel saja, tapi di situ sudah masuk seluruh masyarakat," ujar Didik kepada SuaraJogja.id, Minggu (6/9/2020).
Didik menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah berfokus pada pemberian bantuan-bantuan yang berasal dari pemerintah pusat.
Selain itu, ada juga dana dari provinsi terkait dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) atau Dana Desa (DD).
Mengenai bantuan yang terkhusus diberikan kepada masyarakat penyandang disabilitas, Didik mengaku bantuan itu sudah masuk kepada bansos yang sudah berjalan sebelumnya.
Kendati begitu, tetap ada kegiatan-kegiatan yang dilakukan langsung oleh Kementerian Sosial kepada kelompok masyarakat penyandang disabilitas.
Baca Juga: Kunjungi Gudang Bulog di Jabar, Mensos Puas Kualitas Beras untuk Bansos
"Semua lewat musdes karena memang APBDes maupun APBD kita itu diupayakan untuk bisa melengkapi masyarakat yang belum mendapatkan. Jadi kita tidak hanya konsentrasi pada difabel saja tapi termasuk lansia dan lainnya," ucapnya.
Didik menambahkan, laporan dari masyarakat penyandang disabilitas terdampak pandemi Covid-19 memang sudah ada yang masuk.
Aduan dari masyarakat itu sudah langsung ditujukan kepada Bupati atau ke Dinsos P3A Bantul. Namun, pihaknya menekankan bahwa pengeluaran APBD dalam arti pengeluaran uang daerah itu satu-satunya adalah melalui musdes.
Pihaknya tidak memungkiri bahwa terjadi pemangkasan atau rasionalisasi anggaran akibat pandemi Covid-19. Namun, ada beberapa program dari Dinsos P3A Bantul yang masih berjalan yakni salah satunya adalah program Boga Sehat.
"Salah satu program kami yang tidak di-refocusing adalah program boga sehat. Dana yang tersedia masih utuh 6 miliar," ungkapnya.
Perlu diketahui, program tersebut didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bantul dan sumber lain yang sah serta tidak mengikat. Program ini berdasar pada Peraturan Bupati Nomor 17 Tahun 2019 tanggal 15 Februari 2019 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Progam Boga Sehat.
"Jadi untuk lansia dan difabel program itu masih kita jalankan. Itu yang kerjasama dengan PKK Desa, tidak dipangkas tetap berjalan," tuturnya.
Berita Terkait
-
Kunjungi Gudang Bulog di Jabar, Mensos Puas Kualitas Beras untuk Bansos
-
Pilkada 2020 saat Pandemi, ICW: Waspadai Calon Petahana Politisasi Bansos
-
Anti Ribet! Begini Cara Cek Bansos di cekbansos.siks.kemsos.go.id
-
Catat, Keluarga Terdampak Pandemi di DIY Bakal Dapat Bansos Beras 30 Kg
-
Soal Bansos, Mensos Ingatkan Jajarannya harus Perhatikan Kualitas Beras
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Waktu Berbuka Tiba! Cek Jadwal Magrib dan Doa Buka Puasa Ramadan 27 Februari 2026 di Jogja
-
Skandal Dana Hibah Pariwisata Sleman: Bawaslu Tegaskan 'Nihil Pelanggaran' di Pilkada 2020
-
Antisipasi Tren Kemunculan Gepeng Selama Ramadan, Satpol PP Kota Jogja Intensifkan Operasi
-
Kronologi Pemuda Nekat Tusuk Juru Parkir di Sleman, Tak Terima Ditegur?
-
6 Fakta Insiden Penganiayaan di Jalan Godean Sleman yang Viral di Media Sosial