SuaraJogja.id - Perlahan seiring berjalannya waktu, beberapa bisnis hospitality di Yogyakarta mulai bangkit kembali dan beradaptasi dengan era new normal. Hal itu tak terkecuali bagi hotel PORTA by The Ambarrukmo.
Menyikapi pandemi ini, PORTA by The Ambarrukmo berusaha memberikan fasilitas terbaik dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah dan juga World Health Organization (WHO).
Terbukti, Selasa (8/9/2020), sebelum memasuki hotel PORTA by The Ambarrukmo, tim Suarajogja.id diwajibkan untuk mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan dan menjalani pemeriksaan suhu tubuh oleh staff hotel.
Tak hanya sekali, sebelum memasuki Havene Restaurat di PORTA by The Ambarrukmo, pengunjung kembali menjalani pengecekan suhu tubuh yang dilakukan oleh staff hotel menggunakan thermo gun.
Hari itu menjadi kali pertama Suarajogja.id menikmati new normal breakfast experience di Havene Restaurant. Karya instalasi kayu Dedy Shofianto yang bergerak di langit-langit Havene Restaurant cukup membuat kami terpaku sejenak.
Tak mau menunggu terlalu lama, kami segera memilih menu sarapan yang sudah tersedia di Havene Restaurant. Berbeda dari sebelumnya, memasuki era normal yang baru, setiap makanan yang diinginkan oleh para tamu akan diambilkan oleh para staff.
Tentu saja, para staff di Havene Restaurant diwajibkan mengenakan alat pelindung diri (APD) seperti face shield, masker, dan sarung tangan.
Apriliani Laili selaku Marketing Communication juga sempat menjelaskan beberapa hal baru terkait penerapan protokol kesehatan di Havene Restaurant, PORTA by The Ambarrukmo.
"Untuk menjaga kesterilan, semua alat makan yang ada di restoran dibungkus dengan menggunakan plastik. Seluruh staff nantinya akan siap membantu untuk mengambilkan makanan pada buffet maupun stall yang tersedia," ungkap Laili.
Baca Juga: Royal Ambarrukmo Jadi Hotel Percontohan Adaptasi New Normal di Yogyakarta
Cluster General Manager PORTA by The Ambarrukmo dan Grand Ambarrukmo, Aris Retnowati menambahkan, "Untuk di Havene Restaurant, tempat duduk juga kami berikan jarak. Kemudian, sementara ini area rooftop yang biasanya digunakan untuk bersantai, kami khususkan hanya untuk komunitas saja dengan jumlah orang terbatas."
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Sensus Ekonomi DIY Baru 9 Persen, Dibayangi Kekhawatiran Pajak hingga Penolakan Warga
-
Forum BEM DIY Sindir Demo Pro MBG demi Wajan, Gerindra Tak Muncul dalam Unjukrasa di DPRD
-
Gerah Kafe Jual Miras Dekat Sekolah dan Rumah Ibadah, Jemaah Masjid Buat Petisi Penolakan
-
Kejari Sleman Bantah Klaim Sakit, Tegaskan Raudi Akmal Memenuhi Syarat Penahanan
-
Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah, Raudi Akmal: Pengadilan Sudah Nyatakan Saya Tak Terlibat