SuaraJogja.id - Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Yogyakarta, Gus Miftah Habiburrohman menyampaikan tanggapannya mengenai penusukan yang dialami Syekh Ali Jaber. Dalam unggahannya, ia berpesan agar masyarakat tidak saling menyudutkan salah satu kelompok.
Ulama asal Madinah, Syekh Ali Jaber baru saja mengalami kejadian tidak mengenakkan. Ia ditusuk saat tengah memberikan ceramah di kota Bandar Lampung. Akibatnya lengan bagian kanannya terluka cukup parah hingga perlu mendapatkan perawatan.
Kejadian bermula saat Syekah Ali Jaber tengah memberikan ceramah di atas panggung. Ia terlihat duduk di atas sebuah kursi dan di sisi kirinya ada dua orang wanita. Tiba-tiba dari arah kanan datang seorang pemuda yang berlari dan menyerang Syekh Ali Jaber.
Pemuda itu menusukkan pisau ke lengan kanan ulama keturunan bangsa timur tersebut. Sempat terkejut, Syekh Ali Jaber sempat berdiri dan memandangi pemuda yang langsung melarikan diri tersebut. Sementara pisau masih menancap di lengan kanannya.
Beruntung, kejadian tersebut tak membuat ulama yang hafal isi kitab suci umat muslim tersebut kehilangan kesadaran. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Peristiwa ini pun langsung menjadi perbincangan hangat masyarakat.
Menanggapi peristiwa malang yang dialami ulama tersohor tersebut, Gus Miftah ikut memberikan reaksi lewat akun media sosialnya. Ia mengunggah video peristiwa penusukan yang dialami Syekh Ali Jaber. Dalam keterangannya ia berdoa agar Tuhan melindungi seluruh ulama dan guru-guru umat muslim.
"Ya Allah lindungilah para guru-guru kami, mohon doanya untuk Syekh Ali Jaber. Beliau ditusuk orang tak dikenal," tulis Gus Miftah dalam keterangannya Minggu (13/9/2020) dengan emoji menangis.
Unggahan tersebut sendiri sudah dilihat lebih dari 400 ribu pengguna Instagram. Selanjutnya, Gus Miftah juga mengunggah foto penangkapan pelaku penusukan. Terlihat seorang pemuda dengan kaos biru terbaring di lantai. Mulutnya bersimbah darah dan kedua tangannya terikat.
Terlihat ada sekelompok orang yang mengelilingi pemuda tersebut. Beberapa diantaranya melakukan interogasi kepada pemuda tersebut, siapa yang menyuruhnya menusuk Syekh Ali Jaber. Sambil ketakutan, pemuda itu meringkuk dan mencoba melindungi wajahnya berkata yang tidak jelas.
Baca Juga: Lurah Positif, Kantor Kalurahan Jetis Ditutup Hingga Waktu Belum Ditentukan
Dalam keterangannya, Gus Miftah menjelaskan bahwa pelaku pemusukan sudah diamankan. Ia juga berpesan kepada masyarakat luas agar tidak menyudutkan salah satu pihak atau kelompok tertentu. Biarkan petugas berwenang yang melakukan kerja penyelidikan secara profesional.
"Nggak usah menyudutkan kelompok tertentu, biarkan polisi bekerja dengan profesional," tulisnya.
Selanjutnya, video penangkapan pelaku penusukan Syekh Ali Jaber itu sudah ditayangkan lebih dari 480.000 kali. Ada banyak komentar yang disampaikan warganet di kolom komentar. Mulai dari yang geram dengan pelaku hingga yang menyebutkan beragam kebaikan Syekh Ali Jaber sebagai seorang ulama kondang.
"Saran aja sih, hipnotis dia, biar dia jujur bilang semuanya kenapa bisa terjadi," tulis akun @dadisupriadi_bangdad.
"Betul Gus jangan sangkut-pautkan kok jaman presiden dulu gak gini presiden sekarang gini apa hubungannya woy. Gak nyambung," komentar akun @chantika_dyan.
Semantara akun @wifiq_arofah mengatakan, "Astaghfirullah, masih muda banget. Kasihan lihat dia dipukulin sampai kaya gitu. Tapi kok ya tega nusuk ulama. Sedih lihat generasi muda kaya gini."
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
Terkini
-
Pemkot Yogyakarta Sweeping 68 Daycare Pasca Kasus Little Aresha, 31 Belum Berizin
-
Cerita Mahasiswi UNY Minta Tolong Damkar Buka Tumbler yang Macet
-
Daycare Little Aresha Dicoret-coret, Dua Motor Disiram Cat Hitam, Satpol PP Disiagakan Jaga Lokasi
-
Wali Kota Yogyakarta Identifikasi Belasan Daycare Layak untuk Relokasi Korban Little Aresha
-
Pencuri Bilah Gamelan di FIB UGM Ditangkap, Sudah Beraksi di ISI dan Dijual ke Tukang Rongskok