SuaraJogja.id - Seniman Butet Kartaredjasa membagikan beberapa potret penari wanita yang sedang membawakan jenis tarian karya ayahnya. Dalam keterangannya ia menceritakan pandangan Bagong Kussudiardja mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Melalui akun Instagram pribadinya @masbutet, pria kelahiran 21 November 1961 ini membagikan beberapa foto penari wanita. Terlihat sekelompok gadis dengan baju seperti kemben warna hitam dan kain merah bermotif bunga sebagai bawahan.
Gadis-gadis itu juga mengenakan selempang warna merah yang diikat dengan tali pinggang warna senada. Di kepala para gadis itu, terdapat hiasan dengan perpaduan warna hitam, emas, pink dan merah.
Riasan mereka nampak sederhana, namun terasa istimewa karena dalam setiap gerakan merekan menampilkan senyuman yang tulus. Kumpulan foto tersebut menggambarkan para gadis yang tengah membawakan tarian Yapong karya Bagong Kussudiardja.
"Kayaknya, saya tuh anaknya Pak Bagong yang kena kutukan 'Nggak bisa menari!'," tulis Butet dalam keterangannya.
Butet menyampaikan jika informasi penuh mengenai tarian tersebut akan ia unggah di kanal YouTubenya. Sementara kali ini, ia ingin membahas bagaimana pencipta tarian tersebut memandang HAKI. Ayahnya sangat berserah akan karya-karyanya.
Ia menceritakan, suatu ketika saat dirinya dan sang ayah tengah berada di Balikpapan. Saat melihat tayangan salah satu stasiun televisi lokal, terdapat acara tari-tarian dari salah satu sanggar tari di Balikpapan.
Semua tarian yang dibawakan kebetulan merupakan karya Bagong. Butet menyebutkan jika dia dan sang ayah tertawa lantaran melihat gerakan dan koreografinya melompat jauh dari karya aslinya. Belepotan sebut Butet.
Selain itu, kostum yang dikenakan juga dinilai hanya seadanya saja, melenceng tidak karuan. Butet lantas memancing percakapan dengan ayahnya. Ia bertanya apakah ayahnya itu marah jika tariannya berubah sedemikian rupa.
Baca Juga: Kuota Bantuan Hampir Penuh, 50 Ribu UMKM Bantul Masih Tunggu Verifikasi
Menurut Butet, tindakan seperti itu bisa dituntut karena menyangkut dengan Hak Intelektual dan Pak Bagong bisa mendapatkan royalti. Namun, jawaban Pak Bagong cukup mengejutkan, ia menyebutkan seperti kurang kerjaan jika akan menuntut.
Bagi Bagong, ia sudah cukup senang jika tariannya bisa berkembang di masyarakat. Apalagi jika tarian itu bisa membawa rejeki bagi banyak orang. Sebab, tarian yang ia ciptakan juga berasal dari masyarakat tanpa membayar royalti sedikitpun.
"Dia mengaku hanya menyusun motif-motif gerak temuannya dan memadukan dengan gerak-gerak ciptaannya, lalu bikin musik pengiringnya dan menghadirkan dalam makna baru," tambah Butet.
Butet menyebutkan jika ayahnya sudah cukup senang jika akhirnya masyarakat senang menari. Hidupnya merasa jadi tidak sia-sia. Namun, yang terpenting orang tidak boleh ada yang mengaku-ngaku bahwa tarian itu karyanya.
Jika saat ini tarian-tarian ciptaan Bagong Kussudiardja, seperti Yapong, Wira petiwi, Mulatwani, Merak, Satria Tanggung, dan sebagainya berkembang di publik dengan belepotan. Butet menyebut jika ayahnya ikhlas dan menerimanya sengan santai dan berpasrah.
Sejak diunggah Rabu (23/9/2020), cerita Butet itu sudah disukai lebih dari 1100 pengguna Instagram. Ada puluhan komentar yang menceritakan pengalaman membawakan tarian Pak Bagong. Ada juga yang salah mengira Yapong sebagai tarian asal Betawi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
Terkini
-
Kisah Haru Fauziah: Hampir Gagal Mudik Akibat Banjir, Diselamatkan Program Kampus UMY
-
Tips Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global Menurut Ketum PERBANAS Hery Gunardi
-
5 Fakta Terkuaknya Kasus Penganiayaan Berat di Bantul: Dua Pelaku dengan Peran Berbeda
-
Fuso Berkah Ramadan: Sun Star Motor Sleman Pererat Silaturahmi dengan Konsumen Lewat Promo Menarik
-
BRI Perkuat New Growth Engine melalui BRIVolution Reignite, Laba Anak Usaha Capai Rp10,38 Triliun