SuaraJogja.id - Aksi penipuan dan penggelapan berkedok ritual abal-abal terjadi di wilayah Padukuhan Toino, Kalurahan Pendowoharjo, Kapanewon/Kabupaten Sleman. Tiga tersangka bernama Rudi (48), Salam (41) dan Wicahyo (38) diringkus polisi dan saat ini sudah diamankan di ruang tahanan Mapolsek Sleman.
Korban bernama Bunga (bukan nama asli) awalnya mengeluh karena di kehidupannya kerap ditipu dan kurang beruntung. Dia mencari orang yang dapat mengobatinya. Korban juga diiming-imingi para tersangka bisa melipatgandakan uang Rp300 juta menjadi Rp30 milyar.
"Pelaku juga menjanjikan korban bisa melipat gandakan uang dari Rp300 juta menjadi Rp30 Miliyar," kata Kapolsek Sleman, Kompol Irwiyantoro dihubungi wartawan, Senin (5/10/2020).
Irwiyantoro menjelaskan bahwa ada empat tersangka yang melancarkan aksi tersebut. Namun satu pelaku bernama Mukhlis berhasil kabur dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
"Ada 4 pelaku yang menipu korban ini. Satu orang berhasil kabur dan masih kami selidiki keberadaannya," kata dia.
Dalam melancarkan aksinya pelaku memperdaya dengan cara mengubur uang ke dalam tanah yang nantinya ditaburi bunga. Hal itu dilakukan pada 18 September 2020 lalu.
Penipuan tersebut dipimpin oleh Rudi yang berperan sebagai dukun palsu. Irwiyantoro menyebut bahwa, Rudi bekerja sebagai tukang urut di tempat tinggalnya Indramayu.
"Tersangka Rudi ini tidak bisa melihat, dia tunanetra. Para tersangka memanfaatkan kekurangan Rudi yang mengaku mempunyai kelebihan yaitu bisa melipat gandakan uang. Akhirnya korban percaya begitu saja," ucapnya.
Ia melanjutkan tersangka Wahyu bertugas mengawal Rudi yang berperan sebagai dukun atau pemimpin ritual. Pasalnya Rudi tidak dapat melihat atau tunanetra. Tersangka Subur sendiri memiliki peran sebagai sopir operasional dalam aksi jahat itu. Sementara otak dibalik penipuan adalah tersangka Mukhlis.
Baca Juga: DIY Tambah 72 Kasus Baru, 38 Santri di Sleman Tertular COVID-19
Sebelum ritual dimulai, ada syarat yang perlu korban penuhi agar kegiatan itu berhasil. Yakni tersangka meminta korban untuk menyiapkan uang sekitar Rp300 juta. Korban pun menyanggupi permintaan tersangka.
Setelah uang dihadirkan, uang tersebut dimasukan ke dalam bak cucian yang dibungkus dengan kain mori oleh tersangka. Selanjutnya dikubur ke tanah lalu ditaburi bunga dan diberi dupa.
Namun, uang Rp300 juta tersebut lenyap karena dibawa lari para tersangka. Uang yang dijanjikan bakal berlipat ganda ternyata hanya omong kosong belaka.
"Sebelum uang dikubur, tersangka meminta korban untuk mengambil tanah. Padahal mereka mencari kelengahan korban. Saat itulah uang korban ditukar dengan kertas," ucapnya.
Usai ritual, para tersangka pergi meninggalkan rumah tersebut dan membawa uang ratusan juta milik korban. Sementara perempuan yang berstatus janda itu baru menyadari bahwa dirinya menjadi korban penipuan sekitar pukul 02.00 WIB.
"Korban tidak sadar, para tersangka pergi dan susah dihubungi. Termasuk uang yang dia kubur juga hilang diganti menggunakan kertas warna putih," ujarnya.
Berita Terkait
-
Foto Korban Pakai Aplikasi Setan, Dukun Palsu Sodomi 4 ABG di Tangerang
-
Investigasi Dukun Palsu di Ghana, Tawarkan Ramuan Penyembuh Covid-19
-
Sebut Korban Diikuti Roh Mantan Pacar, Dukun Palsu Cabuli Pasiennya
-
Takut Hartanya Direcoki Istri, Lelaki Ini Ditipu Habis-habisan Dukun Palsu
-
Ngaku Bisa Sembuhkan Suaminya Pakai Sperma, Istri Dicabuli Dukun Palsu
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jenderal Dudung Masuk Kabinet Prabowo Sore Ini? Daftar 6 Orang Reshuffle Menteri
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
Terkini
-
Pelaku Orang Terdekat, Kasus Dugaan Kekerasan di Daycare Little Aresha Jadi Alarm Perlindungan Anak
-
Terungkap! 5 Fakta Mengerikan Kasus Kekerasan Berantai di Daycare Little Aresha Jogja
-
Neraka Berkedok Daycare di Jogja: Bayi Diikat, Lapar, dan Pulang Bawa Luka
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Pemkot Yogyakarta Bakal Sweeping Daycare Tak Berizin
-
Izin Bodong! Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin, 53 Anak Jadi Korban Kekerasan