Pada akhir video unggahannya tersebut, ia mengungkapkan komentarnya mengenai pelaksanaan pilkada di tengah pandemi. Ia meragukan jika pilkada tidak disertai kampanye dan hajatan oleh para calon kepala daerah.
"Sementara pilkada selalu ada kampanye. Kita paham pilkada mungkin, e apa namanya tadi dikatakan Pak Luhut, pilkada itu bisa sesuai, pelaksaan di lapangan yang kita minta pembuktian. Apa yang menjamin pilkada tidak menimbulkan klaster baru gara2 hajatan yang dibuat oleh paslon?" tutup dr Tirta.
Unggahan dr Tirta di akun Instagram pribadinya @dr.tirta ini mengundang banyak respons dari publik.
"Kalau Indonesia kek ginu terus, lama2 bisa chaos macem TRAGEDI 98," tulis akun @hamskyr.
"Aku wedine dok, alih" positif corona cek ra iso jawab i demonstran seng turun nak dalan," ujar akun @rakaaf14.
Selain itu, akun @nina_wilujeng juga turut berkomentar, "Di gaskan dok.. sampai pak karni dikasi sedikit bocoran buat ILC omnibuslaw next episode."
Reporter: Dita Alvinasari
Berita Terkait
-
UU Cipta Kerja Disahkan, Pengamat: Rakyat Jadi Korban
-
Ke Anggota Demokrat yang Mik-nya Mati: Orang Ini Nyebelin Kayak Teman Gua
-
Kisah Haru Mahasiswi Dapat Es Cokelat, Sempat Disangka Ikut Turun Demo
-
Nyusahin Rakyat, Gedung DPR Dijual Murah Mulai dari Rp 5.000
-
Kelemahan Utama Jokowi Terbukti Lewat Kuatnya Penolakan UU Cipta Kerja
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat