- DLH Yogyakarta mulai menjemput sampah organik kering terpilah perkelurahan sebagai tindak lanjut kebijakan penghentian pembuangan ke depo sejak Januari 2026.
- Penjemputan sampah organik kering oleh DLH dimulai 5 Januari 2026, dengan rata-rata 3-4 ton terangkut per hari di seluruh area.
- Dampak awal penghentian sampah basah ke depo adalah kondisi depo menjadi lebih bersih dan tidak menimbulkan bau menyengat.
SuaraJogja.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta mulai melakukan penjemputan sampah organik kering yang telah dipilah oleh masyarakat. Pengambilan sampah organik itu dilakukan di setiap kelurahan yang ada.
Hal ini sekaligus sebagai tindak lanjut dari kebijakan penghentian pembuangan sampah organik ke depo mulai Januari 2026.
Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas dan Pengawasan Lingkungan Hidup DLH Kota Yogyakarta, Supriyanto, menuturkan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya.
Pengelolaan sampah kini diarahkan berbasis wilayah dengan menekankan peran aktif masyarakat dalam memilah sampah, khususnya sampah organik dan anorganik, sebelum diangkut oleh petugas.
Penjemputan sampah ini sudah dimulai pada Senin (5/1/2026) kemarin. Total yang diambil bisa mencapai 3-4 ton sejari.
"Kalau dirata-rata, setiap titik itu sekitar dua kuintal sampah organik kering," kata Supriyanto, dikutip, Minggu (11/1/2026).
Ia menegaskan bahwa penjemputan yang dilakukan oleh DLH Kota Yogyakarta saat ini hanya dikhususkan untuk sampah organik kering.
Sementara itu, sampah organik basah telah ditangani melalui mekanisme berbeda, yakni oleh pihak off taker yang telah bekerja sama dengan pemerintah kota sejak beberapa bulan lalu.
"Pengambilan oleh DLH ini khusus sampah organik kering. Sampah organik basah sudah dieliminir agar tidak lagi masuk ke depo," ujarnya.
Baca Juga: Sebulan Kerja di Kantor Love Scamming, Sumanto Bersyukur Tak Ikut Digerebek
Disampaikan Supriyanto, pengelolaan sampah organik basah di Kota Yogyakarta saat ini mencapai sekitar 1.000 ember per hari.
Jika diakumulasikan secara keseluruhan, jumlah sampah organik basah yang dikelola mencapai kurang lebih 25 ton per hari di seluruh wilayah Kota Yogyakarta.
Dengan tidak lagi masuknya sampah organik basah ke depo, dampak positif mulai dirasakan. Kondisi depo kini menjadi jauh lebih bersih dan tidak menimbulkan bau menyengat seperti sebelumnya.
"Karena sampah organik basah tidak lagi dibuang ke depo, sekarang depo jadi lebih bersih dan tidak bau. Ini salah satu manfaat nyata dari pemilahan sampah sejak dari rumah," ungkapnya.
Lebih lanjut, Supriyanto mengimbau kepada masyarakat yang masih merasa bingung terkait tata cara pemilahan sampah maupun ke mana sampah yang sudah terpilah harus dibuang.
Pemerintah Kota Yogyakarta telah menyiapkan Petugas Pengawas Pemilah Sampah yang dikenal dengan sebutan Jumilah.
"Di setiap kelurahan ada dua orang Jumilah. Mereka aktif mencari informasi sekaligus menginformasikan ke masyarakat, termasuk melalui grup WhatsApp, tentang cara membuang dan memilah sampah organik," tuturnya.
Supriyanto bilang pengambilan sampah organik kering oleh DLH Kota Yogyakarta akan dilakukan secara rutin dua kali dalam sepekan.
"Pengambilan sampah organik kering ini kami lakukan setiap hari Senin dan Jumat, sementara pengambilan sampah organik basah oleh off taker dilakukan setiap hari kecuali hari Rabu," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
DIY Darurat Kekerasan Seksual di Sekolah: DPRD Usul Perda Komprehensif, Lindungi Siswa dan Guru!
-
Jadwal Lengkap Waktu Buka Puasa atau Azan Magrib di Jogja Hari Ini 26 Februari 2026
-
Gitar dan Pikiran Kritis: Mengenang John Tobing, Sahabat Karib yang Menjadi 'Suara' Demonstran
-
Jelang Hari Raya, Pengawasan Pangan dan Parsel Lebaran di Kota Jogja Diperketat
-
8 Fakta Dibalik Implementasi Pendidikan Khas Kejogjaan di Sekolah Yogyakarta