SuaraJogja.id - Relawan Kesehatan, Tirta Mandira Hudi menjawab pertanyaan warganet mengenai kehadirannya dalam aksi demo Kamis (8/10/2020). Fokus berbagi, pria yang akrab disapa dr Tirta tersebut menyampaikan tidak akan turun ke jalan sebagai demonstran melainkan sebagai relawan.
Aksi demo dilakukan oleh masyarakat dari berbagai kalangan di berbagai daerah. Diantaranya adalah Jogjakarta, Bali, Palu, dan DKI Jakarta. Meski tengah menjalani masa PSBB namun massa di DKI Jakarta tetap turun ke jalan menolak UU Cipta Kerja.
Dalam unggahan di Instagram pribadinya @dr.tirta, pria yang akrab disapa Cipeng ini menjelaskan jika sejak awal ia selalu menggelorakan narasi berbagi. Ia dan rekan-rekannya akan turun ke jalan untuk fokus membagikan makanan dan masker.
"Dari awal narasi saya berbagi. Saya dan kawan-kawan saya akan turun fokus berbagi ke teman-teman yang susah makan dan gak dapat masker. Lebih enak begitu sentuh dari bawah, mereka ini yang kelaparan sudah capek cek berita," tulis dr Tirta dalam keterangannya.
Cipeng mengaku bergerak secara langsung di tiga kota. Awal hari ini di Jakarta, Medan dan Bali. Ia berencana untuk berbagi sekaligus mendengar keluhan secara langsung. Menurutnya, itulah cara penyampaian versinya. Tidak cocok mengikuti kerusuhan.
dr Tirta juga berpesan kepada para pendemo, diharapkan untuk tidak terprovokasi membuat kerusuhan. Ia mengingatkan jika apa yang dirusak kelak akan diperbaiki dengan uang rakyat juga.
"Sayang. Silakan demo, sampaikan dengan narasimu. Tapi jangan merusak," imbuhnya.
Ia juga mengingatkan untuk terus melakukan klarifikasi terhadap berita-berita yang beredar. Cipeng meminta massa untuk melihat ke unggahan instagramnya. Ada beberapa berita hoax yang bantu ia klarifikasikan.
Ada banyak berita yang beredar, termasuk provokasi yang bisa menimbulkan kerusuhan. Ia meminta massa untuk tetap tenang. Jika terjadi kerusuhan, masyarakatlah yang akan merasakan kerugian.
Baca Juga: Suasana Jelang Petang di Kawasan Malioboro Usai Demo Ricuh
Sejak pagi, dr Tirta juga terus mengunggah foto-foto aksi massa yang dilakukan di beberapa daerah. Dalam keterangannya, ia terus mengingatkan massa untuk tetap tenang dan jangan sampai terjebak kerusuhan yang merugikan masyarakat.
Sejak diunggah, foto dr. Tirta mengenai alasannya tidak ikut demo itu sudah disukai lebih dari 76 ribu pengguna Instagram. Ada banyak komentar yang ditinggalkan warganet. Mereka memberikan tanggapan mengenai aksi demo dan UU Cipta Kerja yang menjadi pemicu demo.
"Keren dok kami juga ada kegiatan dok berbagi nasi tiap minggu sekali dan kami udah gerak dari lama sekarang gerakan kami udah nyebar ke 140 kota dok," tulis akun @aldyridz.
"Kalau ada demo harusnya wakil rakyat yang nemuin rakyat, jangan polisi yang dibenturin terus sama rakyat. Jangan cuma kalau mau pilkada doang nemuin rakyatnya, giliran ada demo gini malah bersembunyi," komentar akun @liyuuttt.
"Ijin saran dok, coba dokter bergerak ke rakyat kecil yang berjualan di kios-kios kecil di tempat-tempat pariwisata. Mereka adalah yang paling terkena dampak dari pandemi ini dokter. Terima kasih," tanggapan akun @maryadibima.
Sementara akun @sandiprmna__ menyampaikan, "Apakah Berakhir dengan Bisnis Para Investor atau Bisnis Tentang Vaksin (karena setelah demo angka positif covid meningkat)."
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Setetes Darah, Berjuta Harapan Bersama Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta
-
Gasak Rp243 Juta Modus Gembos Ban, Sindikat Pencuri di Yogyakarta Diringkus
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
-
Lulusan Hukum UGM Ini Banting Setir Jadi Ojol Saat Kuliah, Kini Jadi Peneliti Hukum Nasional
-
3 Rekomendasi Sedan Bekas Modal Rp30 Jutaan, Tahun 2000-an: Nyaman, Irit, dan Anti Rewel!