Dirinya mengimbau kepada masyarakat, dalam melaksanakan rasulan ini juga harus mengikuti anjuran pemerintah agar menjaga jarak, mencuci tangan, dan selalu menggunakan masker.
“warga sudah sadar, tetapi memang harus di sadarkan lagi agar lebih berhati hati” ungkpanya.
Saat disinggung terkait budaya, Ia menuturkan, bahwa Tradisi Rasulan ini merupakan satu dari sekian banyak upacara tradisi di wilayah Gunungkidul bahkan di Yogyakarta dan menjadi warisan leluhur agar terjaga.
“iya, salah satu yang membuat Yogyakarta ini Istimewa adalah Rasulan. Walaupun masa pendemi, tradisi ini tetap dilaksanakan”, ucap Aning.
Ia berharap, bahwa tradisi tradisi semacam ini tetap dilaksanakan meski harus mengikuti protocol kesehatan. Terlebih, jangan sampai penerus sejarah Yogyakarta hanya mendapat cerita bukan sebagai pelaku sejarah.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Standar Global untuk BRImo, BRI Raih Sertifikasi ISO/IEC 25000
-
Babak Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman: Jejak Digital Seret Tersangka Baru
-
Ancaman BBM Naik Akibat Perang, Kurir Paket dan Ojol di Yogyakarta Kian Terhimpit
-
UGM-Bank Mandiri Taspen Lanjutkan Kemitraan, Siapkan Talenta Muda dan Literasi Pensiun
-
BRI Umumkan Dividen Rp52,1 Triliun, Didukung Laba Rp56,65 Triliun