SuaraJogja.id - Tindakan represif kepolisian terhadap massa aksi demo di Yogyakarta menjadi catatan kritis oleh sejumlah lembaga bantuan hukum di Yogyakarta. Dalam mengamankan sejumlah massa, korban penangkapan tak sedikit mendapat intimidasi, pukulan hingga ditendang.
Hal itu dialami seorang mahasiswa di Yogyakarta yang sedang membantu temannya saat terjebak di kantor Gubernur DIY pasca bentrok terjadi, Kamis (8/10/2020).
Pria 22 tahun yang tak ingin disebutkan namanya ini awalnya sudah menjauh dari kerumunan massa. Namun sekitar pukul 17.00 wib, pria ini mendapat informasi bahwa teman satu kampusnya berada di Nol Kilometer dan meminta dijemput.
"Saya bersama teman saya naik motor menuju Titik Nol Kilometer. Kabarnya ada teman yang minta dijemput. Namun sampai di lokasi orang tersebut tidak ada. Sehingga saya memutuskan pulang ke arah UGM," ujarnya dihubungi SuaraJogja.id, Minggu (11/10/2020).
Dia melanjutkan, dalam perjalanan pulang ke arah UGM, teman wanitanya dikabarkan terjebak di kantor Gubernur DIY. Kedua pria ini memutar arah untuk menjemput rekan wanita tersebut.
"Kami putar balik lagi menuju selatan Kantor Gubernur untuk menjemput teman saya karena setelah dihubungi memang dia terjebak di sana. Jadi saya menunggu di luar, dan teman wanita saya berjalan keluar," jelas dia.
Sambil menunggu kedatangan wanita ini, kedua pria itu melihat sejumlah orang yang menangkap dan memukuli remaja. Ia diduga pelajar yang ikut berdemo.
"Saat menunggu itu, kami melihat ada sejumlah orang yang memukuli anak SMP, dia dituduh ikut demo. Posisi saya masih aman saat itu," kata dia.
Namun melihat sejumlah orang melakukan sweeping di sekitar kantor Gubernur, dirinya meminta pertimbangan apakah lebih baik pergi atau tetap menunggu.
Baca Juga: Kasus Covid-19 di DIY Tambah 35 Pasien Baru, Sleman Masih Terbanyak
"Saya bertanya sama teman saya, gimana itu ada orang yang kena sweeping mau mundur atau tetep nunggu? Teman saya menjawab sabar ini orangnya (teman wanita) lagi otw. Akhirnya kami memutuskan untuk menunggu," kata dia.
Hampir 15 menit menunggu, teman wanitanya akhirnya datang. Namun sekitar pukul 17.45 wib saat mereka hendak pergi, sejumlah orang menghadang mereka.
"Setelah bermaksud pulang tapi dihadang oleh beberapa orang. Kami ditanya sedang apa? Lalu ditanya apakah ikut demo? Kami jawab sedang jemput teman dan memang ikut demo tapi tak ikut dalam aksi anarkis itu. Tapi orang-orang ini malah emosi dan beringas," kata dia.
Salah satu handphone temannya direbut paksa yang diduga sedang merekam, padahal tidak. Karena tidak terima ponsel temannya direbut, sempat terjadi aksi cekcok dan dua pria ini dipukuli.
"Kami dipisahkan. Saya dengan teman pria saya dipukuli. Lalu diamankan polisi dan dibawa ke dalam Kepatihan. Nah di sana saya dipukuli lagi oleh polisi dan juga Satpol PP," ujar dia.
Tak selesai disana, kedua mahasiswa ini diamankan terlebih dahulu di Polsek terdekat. Mereka mengaku diinterogasi dari pukul 21.00 wib dan selesai pukul 02.00 wib, Jumat (9/10/2020).
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi