SuaraJogja.id - Beredar video seorang anak perempuan yang marah-marah lantaran dilarang pacaran oleh orang di sekitarnya. Dengan mata melotot, gadis ini mengumpat kepada orang yang mengatakan bahwa ia tidak boleh pacaran.
Akun Instagram @smart.gram membagikan video seorang anak perempuan yang tengah berada di teras rumah diduga bersama dengan anggota keluarganya yang lain. Dalam video itu, gadis ini terlihat melotot tajam ke arah orang yang ada di belakangnya.
Disebut masih kecil dan tidak boleh pacaran, gadis kecil ini berteriak dan mengatakan boleh. Saat disebut masih bayi, gadis ini memukul orang yang duduk di belakangnya dengan kuat.
Dia mengancam akan memukul jika tetap digoda oleh orang di belakangnya.
Gadis itu terus memukuli lengan dan kaki orang yang ada di belakangnya. Ia bahkan berniat akan menggigit orang tersebut. Raut wajah dan tingkah lakunya menunjukkan seolah dirinya sedang sangat kesal. Ia tidak berhenti melotot kepada orang-orang di sekitarnya.
Disebut masih bayi, gadis ini juga memprotes mengatakan bahwa dirinya sudah duduk di kelas 1 SD.
Ia menegaskan kalimat dirinya sudah kelas satu SD dengan mengeluarkan kata merendahkan kepada pemilik video.
Terus menerus disebut sebagai anak bayi dan belum diperbolehkan pacaran, anak ini makin marah. Selain membentak dan memukul, anak ini lantas juga berteriak dengan kata-kata yang lebih kasar. Terdengar gadis ini berbicara dalam bahasa Sunda.
"Gak dibolehin pacaran karena masih kecil, bocah ini malah nge-gas," tulis akun @smart.gram dalam keterangannya.
Baca Juga: Main Terobos Jalan, Dua Wanita Tersangkut di Gulungan Kawat Berduri
Sejak diunggah pada Selasa (13/10/2020), video itu sudah ditayangkan lebih dari 52 ribu kali. Ada 200 lebih komentar yang ditinggalkan warganet. Beberapa miris dengan tingkah anak tersebut yang dinilai tidak sesuai untuk anak seusianya.
Tonton video marah-marahnya DI SINI.
"Ini salah satu efek tayangan tv yang kurang mendidik. Efek orangtua juga yang gak menyajikan tayangan tv yang sesuai untuk anak," tulis akun @singgih_suseno.
"Sedih kalau lihat bahasa anak kecil jaman sekarang," komentar akun @aull.alaydrus.
"Itulah gunanya orang dewasa, untuk mendidik & membimbing anak-anak," tanggapan akun @gendhismomy.
Sementara akun @xiau_fend menyampaikan, "Makanya plis anak jangan dikasih tontonan dan lingkungan yang toxic. Anak ya kasih tayangan anak kasih youtube kids biar gak gini duh sedih gue liatnya."
Berita Terkait
-
Main Terobos Jalan, Dua Wanita Tersangkut di Gulungan Kawat Berduri
-
Cie, Tissa Biani Akui Banyak Kecocokan dengan Dul Jaelani
-
Seorang Gadis Ubah Lirik Lagu D'Masiv, Warganet: Korban Perselingkuhan
-
Rio Motret Bongkar Momen Pemotretan Tissa Biani dan Dul Jaelani
-
Sekelompok Remaja Menari di Malioboro, Warganet Dibuat Gagal Fokus Sama Ini
Terpopuler
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
- Mitchell Baker Cetak 3 Gol dari 4 Laga Bakal Dipanggil John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026?
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Ujian Berat MBG: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
516 Korban Keracunan, Bupati Sidoarjo Ultimatum BGN Soal Perizinan: Ini Harus Tegas!
-
Kabar Gembira! Mulai 2027 Guru PPPK Paruh Waktu Resmi Diangkat Jadi Penuh Waktu
-
KPK Geledah Perusahaan Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Nama Adaro Ikut Terseret
Terkini
-
Kematian Bambang hingga Ricuh di Simpang Gramedia, Pakar: Jangan Biarkan Ormas Jadi Polisi Jalanan
-
Gagal Amankan Aksi di Simpang Empat Gramedia, JPW Kecam Pembiaran Bentrokan dan Keterlibatan Ormas
-
Sempat Dirawat, Panti Rapih Pastikan 6 Mahasiswa Korban Demo Sudah Dipulangkan
-
Mahasiswa Terluka saat Demo di Simpang Gramedia Jogja, UGM Siapkan Langkah Hukum
-
6 Mahasiswa UGM dan UNY Jadi Korban di Aksi Simpang Empat Gramedia, Kena Pukul di Kepala