Untuk mencegah penularan COVID-19 di lingkungan ponpes terjadi kembali, maka Kantor Kemenag Sleman memanggil kepala atau pengelola 19 ponpes se-Sleman. Sebanyak 19 ponpes tersebut adalah ponpes yang telah mendapatkan rekomendasi untuk menggelar pembelajaran tatap muka.
"Kami bekerja sama dengan Gugus Tugas akan melakukan penilaian dan monitoring," kata.
Di sisi lain saat ini dari total 145 ponpes di Sleman, ada 50 ponpes yang mengajukan rekomendasi pembelajaran tatap muka. Selain jumlah itu, ponpes lainnya belum berani mengajukan diri untuk menggelar tatap muka.
"Salah satunya mungkin belum lengkapnya sarana prasarana. Hanya saja syarat membuka tatap muka kan bukan hanya sarprasnya. Bisa jadi gugus tugasnya belum memadai," tuturnya.
Kontributor : Uli Febriarni
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Standar Global untuk BRImo, BRI Raih Sertifikasi ISO/IEC 25000
-
Babak Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman: Jejak Digital Seret Tersangka Baru
-
Ancaman BBM Naik Akibat Perang, Kurir Paket dan Ojol di Yogyakarta Kian Terhimpit
-
UGM-Bank Mandiri Taspen Lanjutkan Kemitraan, Siapkan Talenta Muda dan Literasi Pensiun
-
BRI Umumkan Dividen Rp52,1 Triliun, Didukung Laba Rp56,65 Triliun