Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Kamis, 22 Oktober 2020 | 17:35 WIB
Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Geplak menggelar syukuran di pantai Parangkusumo atas kembalinya dana hibah Pemkab Bantul yang sempat jadi sengketa, Kamis (22/10/2020). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja,id]

Sementara itu Koordinator Geplak Bantul, Sigit Priyono Harsino Putro atau yang kerap disapa Grenjeng, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal dan mendukung penuh pemimpin Kabupaten Bantul yang akan terpilih mendatang. Menurutnya uang rakyat yang menjadi sengketa ini sudah seharusnya kembali kepada rakyat dan bisa dimaksimalkan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat.

"Pokoknya korupsi tetap tidak bisa dibenarkan dengan dalih apapun. Semoga bisa segera selesai dan berkekuatan hukum penuh atau inkra agar bisa digunakan kembali lagi oleh Pemkab Bantul," terang Grenjeng.

Grenjeng menambahkan saat ini seperti yang diketahui dana tersebut hanya menjadi beban bagi Pemkab Bantul karena terus ngendon di kas namun tidak bisa gunakan. Oleh sebab itu maka pihaknya akan terus mendorong proses itu agar segera selesai.

Acara doa bersama ini diikuti oleh beberapa anggota Geplak Bantul, perwakilan aktivis anti korupsi, hingga warga masyarakat sekitar Pantai Parangkusumo. Tidak hanya melakukan doa bersama, potong tumpeng serta seremonial labuhan dengan menendang bola plastik ke arah laut juga dilakukan sebagai simbolis ungkapan rasa syukur oleh warga Bantul. 

Baca Juga: Jadi Wilayah Rawan Bencana, Bantul Tetapkan Status Siaga Darurat

Load More