SuaraJogja.id - Memasuki libur panjang pekan ini, pemerintah Kota Yogyakarta mewanti-wanti para pelaku usaha dan penyedia jasa untuk tetap menjaga kondusivitas termasuk menerapkan tarif yang wajar pada para wisatawan yang datang.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti menegaskan bakal ada sanksi menanti bagi para pelaku usaha yang nakal atau serampangan mematok tarif kepada wisatawan.
Ia menyebut bahwa sanksi itu mulai dari peringatan hingga penghentian operasional sementara bagi mereka yang terbukti melakukan pelanggaran.
"Nuthuk harga kita sanksi, jelas. Begitu ada keluhan dari warga soal harga dan itu bisa terbukti bahwa memang nuthuk harga, ya tentu kita hentikan sementara sesuai kesepakatan kita dengan para pedagang," ujar Haryadi Suyuti pasca apel persiapanjelang long weekend yang diikuti oleh sejumlah unsur baik Pemkot Jogja, TNI, maupun Polri, seperti dikutip dari Harianjogja.com, kemarin.
Haryadi juga mengimbau kepada warga maupun wisatawan yang berada di Jogja untuk meminta kwitansi sebelum melakukan pembayaran. Jika memang terjadi selisih yang signifikan antara harga sebenarnya dengan harga yang harus dibayarkan oleh pembeli segera laporkan dengan layanan Jogja Smart Service yang sudah disediakan oleh pemkot Jogja.
"Jadi tolong yang merasa di-tuthuk, itu minta kwitansi atau tanda terima. Jangan sampai kejadian dua tahun yang lalu terulang lagi. Kami berharap bahwa kita akan fokus pada hal-hal yang seperti itu," sambung Haryadi.
Tidak hanya kepada pelaku usaha, orang nomor satu di kota Jogja ini juga mengimbau agar penyedia jasa lain seperti tukang parkir yang berada di sejumlah titik wisata maupun kuliner di kota Jogja untuk tidak ikut menaikkan tarif parkir diluar ketentuan. Tukang parkir yang kedapatan melanggar akan dikenakan sanksi tindak pidana ringan (tipiring).
"Nuthuk itu juga berlaku kepada tukang parkir, penyedia jasa kuliner, maupun kepada penyedia jasa lainnya. Sudah saya sampaikan kepada teman teman petugas yang mengampu agar mengantisipasi kejadian (nuthuk harga) itu," ungkap Haryadi.
Hadirnya gelombang wisatawan ke kota Jogja juga dinilai oleh Haryadi merupakan angin segar kepada pelaku usaha dan penyedia jasa lainnya yang ada di kota Jogja. Diharapkan, segi ekonomi warga yang terdampak oleh pandemi Covid-19 bisa terbantu dengan wisatawan yang masuk ke Jogja.
Baca Juga: Tingkatkan Ekonomi, Pemkot Jogja Izinkan ASN Berwisata Selama Libur Panjang
"Harapan saya (long weekend) jadi angin segar jadi para pelaku ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Tamu sudah mulai banyak, lali lintas sudah mulai padat di Jogja, bukan hanya besok, saya sudah lihat malam Minggu kemarin. Kebeyulan saya keliling, sudah padat, wisatawan sudah pada datang," terang Haryadi.
Tag
Berita Terkait
-
Ngeyel Tak Pakai Masker di Desa Adat Buleleng, Sanksi 25 Kg Beras Menanti
-
3 Hari Jelang Libur Panjang, Hotel di Jogja Alami Peningkatan Okupansi
-
Dear Pemain Layang-layang Dekat Bandara, Ini Ada Sanksi Penjara 3 Tahun
-
Ini Detik-detik Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang Lebak
-
Tolak Demonstrasi Anarkis, Ratusan Kawulo Ngayogyakarta Gelar Kirab Bergada
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
BRI Umumkan Dividen Rp52,1 Triliun, Didukung Laba Rp56,65 Triliun
-
BRI Group Buka Pegadaian di Timor Leste, Perluas Layanan UMi
-
BRI Salurkan Banknotes SAR 152,49 Juta untuk Haji 2026, 203.320 Jemaah Bisa Gunakan di Tanah Suci
-
BRI Permudah Investasi Lewat Cicil Emas BRImo, Proses 60 Detik
-
Belum Berlaku Pekan Ini, Pemkab Sleman Masih Sinkronkan Jadwal WFH dengan Instansi Vertikal