SuaraJogja.id - Media sosial tengah diramaikan oleh video wisata ekstrem di Bantul yang memperlihatkan wisatawan menaiki layangan naga raksasa. Wisata ekstrem ini bisa dinikmati pengunjung di kawasan gumuk pasir dan Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) Bantul.
Namun, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul mengkhawatirkan keselamatan wisatawan karena wahana tersebut dinilai berbahaya.
Kepala Satpol PP Bantul Yulius Suharta mengatakan, jawatannya terus memantau informasi penerbangan layangan naga raksasa yang tengah viral di media sosial. Sekilas Yulius memandang, kegiatan wisatawan menaiki layangan naga tersebut sangat berbahaya karena tidak didukung dengan alat keamanan yang sesuai standar.
“Kami akan cek ke lokasi. Kami lihat dulu. Jika memang benar-benar membahayakan, kami akan minta kegiatan itu dihentikan,” kata Yulius, Kamis (29/10/2020), dilansir HarianJogja.com -- jaringan SuaraJogja.id.
Yulius juga akan mengecek apakah protokol kesehatan diterapkan dalam kegiatan menerbangkan layangan raksasa tersebut.
“Karena ini akan mengundang kerumunan. Kami tidak ingin ada kegiatan yang seperti di JJLS beberapa waktu lalu. Sekiranya menimbulkan kerumunan dan tidak menerapkan protokol kesehatan, akan kami minta hentikan kegiatan itu,” lanjut Yulius.
Pembuat layangan, Wardoyo, mengakui belum ada koordinasi dengan Satpol PP untuk menerbangkan layangan raksasa. Selain itu, kegiatan ekstrem tersebut awalnya hanya digunakan sebagai hiburan. Dia tak menyangka bakal viral.
“Awalnya hanya untuk senang-senang teman-teman saja. Untuk keamanan memang sejauh ini memang belum ada jaminan. Namun ke depan, kami imbau kepada teman-teman untuk siap dan berjaga di bawahnya. Untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Wardoyo menuturkan, selama ini kegiatan menerbangkan layangan naga raksasa biasa dilakukan pada akhir pekan di dua tempat berbeda, yakni di JJLS dan Gumuk Pasir Pantai Parangtritis.
Baca Juga: Libur Panjang, Kunjungan Wisatawan Bantul Diprediksi Tembus Puluhan Ribu
Di dua lokasi tersebut, para anggota komunitas Kedon (komunitas layang-layang) biasanya hanya meminta izin dari pengelola tempat wisata.
Adapun yang terlibat dalam penerbangan layangan raksasa ini biasanya ada sekitar 30 orang.
Lima orang bertugas untuk menaikkan, sisanya berjaga-jaga di bawahnya. Agar gerakan layangan terkontrol dan bisa dinaiki, ujung tali untuk menerbangkan diikat ke pohon.
“Ternyata responsnya cukup baik. Pengunjung ramai. Sejauh ini memang tidak kami pungut biaya. Siapa saja yang berani silakan menaiki. Kami memilih gumuk pasir, karena lebih aman jika terjadi apa-apa,” ucapnya.
Video menaiki layangan naga raksasa viral di media sosial. Salah satunya diunggah akun @wonderfuljogja ke Instagram.
Pada Jumat (4/9/2020) lalu, seorang pelajar kelas 2 SMP, Nabil, warga Mayungan 1 Desa Murtigading, Sanden, sempat terangkat setinggi 3 meter, sebelum akhirnya terhempas dan terjatuh di lapangan saat menerbangkan layangan raksasa.
Berita Terkait
-
Libur Panjang, Kunjungan Wisatawan Bantul Diprediksi Tembus Puluhan Ribu
-
Cinta Lingkungan, Anto Ilyas Terus Hijaukan Bumi Projotamansari
-
Layangan Tersangkut Roda Pesawat Citilink, Pemilik Bisa Dipenjara 3 Tahun
-
Mau Mendarat di Adisutjipto, Kronologi Layangan Nyangkut Pesawat Citilink
-
Sebelum Ban Tersangkut, Pilot Citilink Sudah Lapor Banyak Layang-Layang
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Ketua Yayasan Little Aresha Dituntut 10 Tahun Penjara, 83 Anak Korban Minta Restitusi Rp2,12 Miliar
-
BRI Bidik Peluang Bisnis dari MotoGP Mandalika 2026
-
Pemerintah Berencana Buat Program Kuliah Gratis, PTS Terancam Gigit Jari Kehilangan Mahasiswa
-
Ngenes! Prabowo Tambah Pejabat, Transfer ke DIY Malah Susut Rp910 Miliar
-
MotoGP Mandalika 2026 Makin Ramah Lingkungan, BRI Peduli Kerahkan 500 Relawan