SuaraJogja.id - Akun YouTube Rans Entertainment mengunggah video interaksi terbaru keluarga presenter Raffi Ahmad. Dalam video yang diunggah Minggu (1/11/2020) tersebut, terlihat Nagita Slavina dan putra pertamanya, Rafathar Malik Ahmad tengah terlibat dalam sebuah perdebatan. Mereka membahas mengenai penggunaan salah satu ruangan di rumah.
Video berdurasi 12 menit itu menunjukkan Rafathar dan ibunya tengah berada di ruang TV. Nagita tengah mengeluhkan jadwal pekerjaannya yang padat kepada Rafathar. Ia mengaku diberikan jadwal yang padat oleh timnya hingga belum menemukan waktu luang untuk melakukan olahraga.
Membela ibunya, Rafathar menyampaikan bahwa Nagita masih memiliki cukup uang sehingga tidak perlu bekerja. Bernegosiasi dengan pria yang mengatur jadwal Nagita, Rafathar kemudian meminta agar ibunya diberikan libur pada hari Jumat. Mendengar jadwal itu, Nagita mengeluh karena tidak bisa melakukan zumba.
"Jadi gue cuma bisa zumba hari Jumat. Sabtu-minggu gue gak bisa zumba?," tanya Nagita pada pria yang mengatur jadwalnya.
Pria itu kemudian menjawab bahwa Nagita memiliki jadwal dari Senin hingga Kamis, kemudian hari libur pada Jumat. Tiba-tiba Rafathar ikut memotong obrolan ibunya dan mengatakan wanita yang melahirkannya itu untuk tidak melakukan Zumba di lantai atas lagi.
Pemain sinetron itu kemudian menanyakan apakah sang anak tega jika ia merasa kepanasan. Dengan santai, Rafathar menjawab bahwa olahraga zumba memang harus kepanasan untuk bisa menghasilkan keringat lebih banyak.
Merasa kesal karena ibunya tidak mengatakan iya, Rafathar sampai memukul bantal dan hampir memukul ibunya dengan bantal juga. Meski anaknya mulai rewel, namun Nagita mencoba dengan sabar mengajak putra satu-satunya itu untuk berdiskusi.
Rafathar mengatakan jika ia akan menggunakan studio itu untuk bermain dengan teman-temannya. Belum menyerah, Nagita kemudian menjelaskan kepada anaknya bahwa mereka bisa berbagi penggunaan ruangan tersebut. Sebab, keduanya juga tidak akan menggunakan ruangan itu selama 24 jam.
"Zumba cuma sejam A'," terang Nagita.
Baca Juga: Pitutur, Film Pendek Asal Yogyakarta yang Penuh Pesan Moral
Ia tidak mengerti kenapa anaknya tersebut sudah mulai rewel padahal ia belum memiliki jadwal untuk zumba. Ingin minta jadwal untuk istirahat sehari saja di rumah, Nagita belum diberikan ijin oleh timnya. Sehingga belum diketahui juga kapan ia akan bisa melakukan zumba.
Untuk menjembatani, rafathar kemudian ditawarkan jika ibunya tidak boleh zumba maka ibunya akan menggelar konser saja. Namun, untuk melaksanakan konser, ibunya perlu pulang lebih malam. Mendengar itu, Rafathar melarang dan meminta Nagita untuk pulang sore hari.
"Mamah gak kasian sama Aa', mamah jangan zumba di atas," pinta Rafathar.
Rafathar masih bernegosiasi dengan ibunya mengenai penggunaan salah satu ruangan di kediaman mereka. Nagita kemudian menawarkan, jika dirinya tidak bisa zumba di studio maka rafathar juga tidak bisa menggunakan televisi di kamar tidurnya.
Lihat perdebatan Rafathar dan Nagita DISINI
Selain memperdebatkan penggunaan salah satu ruangan, rafathar juga meminta agar ibunya hanya berkegiatan di luar rumah sampai sore hari saja. Ibunya diminta berkegiatan dari pagi hingga sore hari saja. Sementara saat malam hari, ibunya diminta untuk ada di rumah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Sepatu Adidas Diskon 60 Persen di Sports Station, Ada Adidas Stan Smith
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 7 Sabun Muka Mengandung Kolagen untuk Usia 50-an, Bikin Kulit Tetap Kencang
- 15 Merek Ban Mobil Terbaik 2025 Sesuai Kategori Dompet Karyawan hingga Pejabat
Pilihan
-
Airbus Umumkan A320 Bermasalah, Kemenhub Sebut 38 Pesawat di RI Kena Dampak
-
Polemik RS dr AK Gani 7 Lantai di BKB, Ahli Cagar Budaya: Pembangunan Bisa Saja Dihentikan
-
KGPH Mangkubumi Akui Minta Maaf ke Tedjowulan Soal Pengukuhan PB XIV Sebelum 40 Hari
-
Haruskan Kasus Tumbler Hilang Berakhir dengan Pemecatan Pegawai?
-
BRI Sabet Penghargaan Bergengsi di BI Awards 2025
Terkini
-
Malaysia Healthcare Expo 2025 Berlangsung di Yogyakarta, Hadirkan 14 Rumah Sakit Terkemuka
-
Film 'Siapa Dia' Momentum Transformasi LSF dari Lembaga Sensor Jadi Lembaga Klasifikasi Umur
-
Haruskan Kasus Tumbler Hilang Berakhir dengan Pemecatan Pegawai?
-
Gagal Pindah! Lahan Sekolah Pengganti SD Nglarang Ternyata Lahan Sawah Dilindungi
-
Program Barter Sampah Rumah Tangga di Jogja: Dapat Sembako dari Beras hingga Daging Segar