SuaraJogja.id - Ki Manteb Sudarsono berikan pesan kepada para penggemar Ki Seno Nugroho dan juga putra dalang maestro tersebut. Dalang wayang kulit asal Jawa Tengah tersebut mengaku bahwa ia sudah dianggap seperti ayah oleh Ki Seno. Ayah dari Ki Seno sendiri juga sempat menitipkan sang anak pada Ki Manteb.
Sepeninggalan sang ayah, Ki Manteb sendiri sempat berniat untuk membawa Ki Seno bersamanya. Namun, dalang yang dikenal dengan tokoh bagong tersebut masih menempuh pendidikan di SMKI. Ki Manteb mulanya sudah berniat mengajak Ki Seno ke rumahnya untuk diangkat sebagai anak.
"Inginnya aku ajak ke Karangpadang, aku anggap sebagai anak," ujar Ki Manteb dalam bahasa Jawa.
Kemudian mereka sempat bertemu lagi di Sasono Hinggil, Ki Seno sempat bercerita jika saat melihat pagelaran wayang kala itu terutama wayang klasik sudah turun semangatnya. Mendengar itu, Ki Manteb lalu meminta Ki Seno untuk menjual semua wayang dan gamelan yang dimiliki.
Namun, Ki Seno tidak menjawab saran dari Ki Manteb. Bintang iklan salah satu obat sakit kepala ini meyakinkan Ki Seno untuk melanjutkan perjuangannya dalam dunia perwayangan, sebagai tanda bakti kepada sang ayah yang telah tiada. Ia juga mengajak Ki Seno untuk menggelar pertunjukan wayang sesuai caranya.
Ki Seno Nugroho terkenal dengan pembawaan wayang campuran antara Solo dan Yogyakarta. Rupanya, hal tersebut dipelajari dari Ki Manteb yang berpesan, agar anak sahabatnya itu tidak takut menerima kritikan. Sama seperti dirinya yang tumbuh jadi dalang legendaris setelah kebal dengan kritikan.
"Tapi kamu (Ki Seno) jangan sampai meninggalkan Jogja. Entah apanya itu harus kamu bawa," ujar Ki Manteb memeragakan dialognya dulu.
Gamelan yang dibawakan menggunakan gaya Yogyakarta sementara cara pembawaannya seperti Solo. Karakteristik Ki Seno itu rupanya dilakukan atas saran dari Ki Manteb agar sang maestro karakter punokawan itu mau melanjutkan karirnya sebagai Dalang.
Ki Manteb senang akhirnya perintah itu menjadi ciri khas Ki Seno. Kepergian sang dalang turut menurunkan semangat dalang berusia 70 tahun lebih tersebut. Ibaratnya menanam tumbuhan, ia seharusnya sudah memasuki masa panen. Sayang, tanamannya tersebut gugur sebagai tokoh yang dirindukan.
Baca Juga: Bom! Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Bantul Tembus 139 Dalam Sehari
Melihat Ki Seno berhasil menjadi dalang yang terkenal, Ki Manteb mengaku senang. Ilmu yang ia bagikan kepada putra sahabatnya itu berhasil dipraktikkan dengan baik. Pada dasarnya Ki Manteb sendiri senang jika ada orang yang mengajaknya berdiskusi atau berbagi ilmu.
"Maka dari itu, aku berpesan kepada anak-anak ku semua, penggemarnya anakku Seno Nugroho. Perkara kehilangan itu bukan hanya anda saja, saya juga kehilangan," tutur Ki Manteb.
Untuk para penggemar Ki Seno Nugroho, Ki Manteb memberikan pesan. Bersamaan dengan tiga hari kepergiaan sang dalang, ia sengaja begadang di kediaman pria yang dianggap sebagai anaknya tersebut. Ia mengajak para penggemar Ki Seno untuk bersama-sama mendoakan agar almarhum meninggal dalam keadaan baik.
Lihat pesan dari Ki Manteb DISINI
Selain itu, ia juga mengajak untuk merenung bersama demi mencari dalang lain yang sekiranya bisa menjadi pengganti almarhum. Dalang siapapun itu, ia berharap agar dicintai supaya wayang bisa semakin populer. Meskipun ia tahu, bahwa di hati setiap orang pasti ada dalang idola.
Sementara untuk anak Ki Seno, Gading Pawukir yang baru senang-senangnya mempelajari wayang. Ki Manteb berpesan dengan kepergian ayahnya agar bisa menyelesaikan sejarah yang diukir almarhum. Ia meminta agar Gading bisa bangkit dan melanjutkan perjuangan sang ayah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat