SuaraJogja.id - Sebanyak 133 orang kelompok rentan mulai dievakuasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman. Evakuasi mulai dilakukan mulai pukul 15.00 wib.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Joko Supriyanto menjelaskan pihaknya baru mengevakuasi warga Kalitengah Lor kelompok rentan.
"Semua pengungsi berasal dari Kalitengah Lor. Tapi yang kita evakuasi kelompok rentan sebanyak 133 terdiri dari anak anak 30, lansia 95 dan ibu hamil ada tiga orang. Sementara difabel ada lima orang," kata Joko ditemui di Barak Pengungsian Glagaharjo, Sabtu (7/11/2020).
Joko mengatakan barak pengungsian sudah dibuat kamar-kamar berbentuk kotak dengan triplek. Satu kotak bisa diisi satu orang. Jika suami istri bisa diisi oleh dua orang.
"Kami sudah membagi menjadi 80 partisi atau kamar. Saat ini masih cukup, jikapun tidak cukup akan kami siapkan lagi 40 kamar di SDN Muhammadiyah Cepitsari, Glagaharjo," jelas dia.
Pendukung pengungsian seperti dapur umum sudah disiapkan. Tempat beribadah juga sudah didirikan untuk warga.
Pantauan SuaraJogja.id sejak pukul 15.10 wib, sejumlah warga dari kelompok rentan Kalitengah Lor telah dievakuasi ke barak Glagaharjo. Petugas dari TNI, BPBD dan Kepolisian menjemput warga dari balai desa Glagaharjo ke rumah warga di Kalitengah Lor.
Warga yang datang masuk ke dalam barak pengungsian lalu didata. Joko menjelaskan tidak ada rapid tes kepada para warga.
"Tidak ada yang kena positif, Cangkringan, Pakem dan Turi itu wilayah hijau. Tidak efektif jika ada rapid tes," ungkap dia.
Baca Juga: Klaster Perkantoran Muncul Lagi, Ini Kata Dinkes Sleman
Joko melanjutkan pihaknya akan melanjutkan evakuasi hewan ternak pada Minggu (8/11/2020). Sebanyak 300 ekor ternak akan ditempatkan di lapangan dekat Barak Glagaharjo.
"Ternak dievakuasi besok (Minggu) pagi dengan jumlahnya 300 sapi, nanti akan dibagi dua. Ada di utara dekat huntap dan di dekat barak. Nanti pemilik yang harus mencari makanan ternaknya," kata dia.
Kondisi rumah warga di Kalitengah Lor masih didapati masyarakat. Mereka masih beraktivitas seperti biasa. Hanya kelompok rentan yang dievakuasi.
Seorang warga Kalitengah Lor RT 2/RW 19, Sarjianto (40) menerangkan bahwa baru kelompok rentan yang dievakuasi. Dirinya masih menunggu informasi dari BPBD.
"Baru lansia dan balita yang tadi dievakuasi. Tapi kami sudah siap jika nanti BPBD melakukan evakuasi keseluruhan. Saya berencana menggunakan motor untuk ke tempat evakuasi," terang Sarjianto.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
YAYAYA FEST 2026 Hadir di Jogja: Konser Inklusif, Ramah Difabel dan Lingkungan
-
Pakar UGM Sentil Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jangan Cuma Retorika, Rakyat Butuh Aksi Nyata
-
Tak Hanya Jualan Candi dan Keraton untuk Dongkrak Pariwisata, Jogja Bidik Javanese Wellness Tourism
-
Perkuat Kemitraan Global, BRI Hubungkan Investor dengan Potensi Indonesia
-
Pasca-Aksi Panas di DPRD DIY, Polisi Pastikan Tak Ada Pendemo yang Dibawa ke Kantor Polisi