Galih Priatmojo
Rabu, 11 November 2020 | 07:52 WIB
Sesosok mayat ditemukan warga tergeletak di Jalan Jogja - Wonosari dengan kondisi penuh luka, Rabu (10/11/2020) dinihari. [Kontributor / Julianto]

SuaraJogja.id - Warga seputaran jembatan Irung Petruk tepatnya di Padukuhan Karangsari, Kapanewonan Patuk, Gunung Kidul, Rabu (11/11/2020) dinihari, geger. Sesosok mayat ditemukan berlumuran darah terlentang di pinggir Jalan Jogja - Wonosari KM.22. 

Mayat tersebut diduga korban pembunuhan karena ketika ditemukan terdapat luka bekas senjata tajam di beberapa bagian tubuhnya. Ketika ditemukan, korban juga masih lengkap mengenakan helm dan jaket warna hitam.

Mayat tersebut terlentang tak jauh dari Restoran Teras Patuk atau jembatan Irung Petruk. 

Di dekat tubuh korban ditemukan sebuah sepeda motor yang diduga milik korban, Suzuki Smash AB 4610 NF dan mengenakan helm warna putih merk Blade.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Patuk, Kompol Hendra Prastawa membenarkan pernemuan mayat tersebut.

Jasad korban pertama kali ditemukan dua orang warga setempat yang kebetulan melintas di kawasan tersebut sekitar pukul 03.00 WIB.

"Ketika melihat ada tubuh korban langsung melapor ke Polsek Patuk,"paparnya, Rabu (11/11/2020) melalui nomor pribadinya.

Hendra menambahkan, kini jenazah  korban telah dikirim ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani otopsi. Saat ini dirinya juga tengah berada di RS Bhayangkara untuk menunggu keluarga dari korban.

Hendra membenarkan jika penemuan mayat tersebut diduga korban pembunuhan karena terdapat beberapa luka bekas senjata tajam. Namun Hendra belum bisa menyebut secara detil jumlah luka yang di tubuh korban hingga penyebab pastinya ia tewas.

Baca Juga: Tak Pulang Hingga Petang, Kakek di Gunungkidul Ditemukan Tewas di Hutan

"Selain mengamankan sebuah sepeda motor pihaknya juga berhasil menemukan handphone yang diduga milik korban serta sepasang sandal,"ungkapnya.

Melalui handphone milik korban tersebut pihak kepolisian berhasil menghubungi keluarga dari korban. Keluarga dari korban rencananya memang akan berkunjung ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk memastikan identitas korban.

Namun untuk detailnya siapa nama korban ataupun dari mana asalnya, Hendra mengaku belum bisa memastikannya. Karena dalam komunikasi dengan pihak keluarga korban belum sampai detil nama ataupun alamat dari korban tersebut.

"Kita sebut dulu namanya mister X,"tuturnya.

Hendra menyebut, jasad yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki dan  berumur sekitar 35-40 tahun.

Kontributor : Julianto

Load More