SuaraJogja.id - Warga lereng Gunung Merapi yang mengungsi di barak pengungsian Balai Kalurah Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman sudah mencapai 203 orang. Penambahan tersebut masih didominasi oleh pengungsi kategori dewasa.
Panewu Cangkringan Suparmono merinci, pengungsi tersebut terdiri dari 19 bayi 2 tahun ke bawah, 9 balita berumur 3-5 tahun, 58 pengungsi dewasa, dan 87 lansia.
"Jadi yang selalu tambah adalah pengungsi dewasa. Kalau dari sisi lansia sebenarnya di atas ada 95 orang, tapi belum semua yang turun," ujar Suparmono kepada awak media di barak pengungsian Glagaharjo, Rabu (11/11/2020).
Belum semua lansia turun diduga karena ada perbedaan data terkait batas umur lansia yang terdapat di sana.
Nanti, pihaknya akan melakukan koordinasi lagi terkait dengan pengecekan hal tersebut.
Suparmono menduga, penambahan pengungsi yang didominasi oleh pengungsi dewasa ini merupakan dampak dari kepanikan atau bahkan trauma pascaerupsi Merapi 2010 lalu, ditambah, beberapa warga mungkin merasa tidak nyaman karena di wilayahnya, tetangga sudah juga mulai mengungsi.
"Jadi memang tidak hanya di sini saja ada pengungsi, ada satu atau dua keluarga gitu yang kemudian ngungsi tempat atau barak lain karena memang trauma," ucapnya.
Ketika disinggung mengenai beberapa pengungsi yang memilih pulang ke rumah pada pagi hingga siang hari, Suparmono menyebut, hal itu masih bisa dipahami atau ditolerir.
Sebab, warga juga sudah sangat hafal dengan medan.
Baca Juga: Gunung Merapi Siaga, Warga Klakah Boyolali Mulai Dievakuasi ke Tempat Aman
"Biasanya pulang untuk cari makan ternak. Nanti sore mereka pulang kembali ke sini. Itu tidak masalah, toh beberapa pihak yang selalu siaga untuk memantau aktivitas warga," terangnya.
Kendati demikian, Suparmono tetap mengimbau warga yang sudah berstatus pengungsi untuk kembali ke barak setelah Magrib, sedangkan warga lain yang belum berstatus pengungsi masih dibebaskan.
Kebutuhan logistik, lanjut Suparmono, masih tersedia cukup banyak untuk kebutuhan para pengungsi.
Namun diakuinya, memang ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian agar dapat lebih dibantu.
"Perlu diperhatikan adalah kurangnya logistik untuk anak-anak dan bayi, misal susu, bubur bayi, vitamin, itu kurang. Kalau yang lain masih bisa dicari, kalau khusus itu agak susah. Begitu juga dengan lansia, yang perlu banyak vitamin untuk menjaga stamina," ungkapnya.
Terkait hal itu, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan posko utama agar bisa memberitahukan kepada masyarakat atau relawan yang hendak mengirim bantuan agar nantinya donasi menjadi lebih terarah dan dapat bermanfaat lebih maksimal.
Berita Terkait
-
Gunung Merapi Siaga, Warga Klakah Boyolali Mulai Dievakuasi ke Tempat Aman
-
Bantu Pengungsi Merapi, Polda Jateng Siapkan Tempat Tidur Lipat
-
Jalur Evakuasi Merapi Diperbaiki, Bina Marga Minta Awasi Truk yang Lewat
-
Ingin Kirim Bantuan bagi Pengungsi Merapi, Ini Perlengkapan yang Dibutuhkan
-
Sri Sultan Minta Penanganan Terdampak Merapi Jangan Mengulang Kejadian 2010
Terpopuler
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
Lawan Arus di Jalan Yogya-Wates, Dua Sepeda Motor Hantam Avanza: Empat Remaja Tewas
-
Sausu Tambu: Dari Pesisir Menuju Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru Berkat Program Desa BRILiaN
-
Kuasa Hukum Sri Purnomo : Bawa Nama Pihak Lain Dalam Replik Tak Ubah Substansi Perkara
-
Aksi Brutal Pemuda di Sleman, Lakukan Pengeroyokan dan Bakar Motor Pakai Kembang Api
-
Soroti Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, Gus Hilmy: PBB Harus Hukum Israel!