SuaraJogja.id - Uji coba Pemda DIY dan Pemkot Jogja untuk menjadikan Malioboro sebagai kawasan pedestrian dinilai makin membingungkan. Jadwal penutupan kawasan Malioboro dari kendaraan bermotor berubah-ubah tanpa adanya sosialisasi pada banyak pihak.
Sebelumnya, pelarangan kendaraan bermotor yang melintas di Malioboro dimulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB, yang diberlakukan sejak 3 November 2020 lalu. Kini larangan tersebut tiba-tiba diubah mulai pukul 17.00-22.00 WIB sejak Kamis (12/11/2020).
Perubahan jadwal ini disampaikan Dinas Perhubungan (Dishub) DIY karena ada keberatan dari pedagang kaki lima (PKL), pemilik toko, dan warga Malioboro atas uji coba tersebut.
Namun di lapangan, kebijakan tersebut ternyata tidak terlaksana. Sejak Kamis pagi, kawasan Malioboro masih ditutup untuk kendaraan bermotor.
“Tadi saya mau lewat Malioboro sekitar jam 10 karena infonya kendaraan bermotor boleh lewat, tapi sampai di sana saya disetop petugas di dekat bekas kantor Dinas Pariwisata dan diminta balik kanan, jadi ini gimana yang benar,” ujar salah seorang pengendara motor, Eka (39), Kamis siang.
Eka berharap, penerapan kebijakan tersebut bisa dimatangkan sebelum diberlakukan. Dengan demikian, masyarakat tidak dirugikan dengan uji coba tersebut
Hal senada disampaikan Wulan (31). Ia mengaku kebingungan dengan uji coba tersebut. Dia sekitar pukul 10.30 WIB akan menuju ke salah satu kantor di kawasan Malioboro.
Namun tiba-tiba, dia dicegat petugas dan dilarang melintasi kawasan tersebut di seputaran Grand Inna Malioboro. Petugas tidak memberi izin meski Wulan beralasan telah mendapat informasi dari pemberitaan di medsos maupun media massa.
“Waktu saya tanya, 'bukannya boleh melintas karena di medsos sama koran ada pemberitaan membolehkan motor untuk lewat Malioboro sebelum jam lima sore?' Petugasnya bersikukuh tidak membolehkan lewat. Jadi ini yang bener yang mana,” ungkapnya.
Baca Juga: Uji Coba Malioboro Bebas Kendaraan Diprotes, Sri Sultan Minta Maaf
Sementara Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti, usai bertemu Sekda DIY di Kompleks Kepatihan, mengungkapkan, wajar saja jadwal kawasan pedestrian Malioboro berubah-ubah. Haryadi beralasan, kebijakan tersebut baru dalam tahap uji coba.
“Kita selesaikan dulu uji cobanya. Jadi justru uji coba ini menguji dan mencoba. Setelah itu baru kita evaluasi,” ungkapnya.
Haryadi menyampaikan, karena masih dalam tahap uji coba, maka sah saja ada perubahan. Pemkot bersama Pemda baru akan memutuskan kebijakan baru setelah uji coba tersebut selesai diberlakukan pada 15 November 2020 mendatang.
“Untuk jamnya bergeser tunggu Senin besok (16/11/2020). Rasah digawe [enggak usah dibuat] bingung, kita masih cari waktu yang pas,” tandasnya.
Haryadi masih menampung masukan dari pihak-pihak yang merasa terdampak uji coba kawasan pedestrian Malioboro. Namun dia memastikan, rekayasa lalu lintas akan tetap diberlakukan dengan penambahan rambu-rambu lalulintas.
Uji coba tersebut diberlakukan dalam rangka mendukung penetapan Malioboro sebagai bagian dari sumbu filosofi keistimewaan DIY yang diajukan sebagai warisan budaya dunia ke UNESCO. Penetapan tersebut mensyaratkan penataan kawasan Malioboro.
"Yang belum adalah waktu dan akses masuk ke Malioboro. Kalau sekarang ya uji coba waktunya," ujarnya.
Ditambahkan Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro, jadwal pelarangan kendaraan bermotor memang masih dalam tahap uji coba. Uji coba tersebut masih dikaji, sehingga memungkinkan terjadi pergeseran.
"Selama ini [jadwal] masih bisa bergeser, masih dikaji kapan waktu yang pas," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
-
On Fire Bersama Belanda, Donny van de Beek Sabar Tunggu Kesempatannya di MU
-
Gareth Southgate: Padatnya Jadwal Penyebab Cedera Joe Gomez
-
Hasil Lengkap Laga Persahabatan Semalam: Jerman dan Belgia Menang Tipis
-
Mengintip Latihan Timnas Kroasia Jelang Lawan Turki
-
Belanda vs Spanyol: Ajang Eksperimen Frank de Boer dan Luis Enrique
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Waktu Berbuka Tiba! Cek Jadwal Magrib dan Doa Buka Puasa Ramadan 27 Februari 2026 di Jogja
-
Skandal Dana Hibah Pariwisata Sleman: Bawaslu Tegaskan 'Nihil Pelanggaran' di Pilkada 2020
-
Antisipasi Tren Kemunculan Gepeng Selama Ramadan, Satpol PP Kota Jogja Intensifkan Operasi
-
Kronologi Pemuda Nekat Tusuk Juru Parkir di Sleman, Tak Terima Ditegur?
-
6 Fakta Insiden Penganiayaan di Jalan Godean Sleman yang Viral di Media Sosial