SuaraJogja.id - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X minta maaf pada warga dan pedagang di Malioboro yang merasa dirugikan akibat uji coba malioboro bebas kendaraan bermotor yang dilaksanakan sejak 3 November 2020 lalu. Namun Sultan meminta semua pihak bersabar karena kebijakan tersebut baru dalam tahap uji coba.
"Wong jenenge uji coba ya uji coba. Faktanya memang uji coba, tapi bukan permanen. Ya saya mohon maaf jika ada yang merasa dirugikan," ungkap Sultan usai apel kesiapsiagaan menghadapi bencana di Mako Brimob Polda DIY, Rabu (11/11/2020).
Menurut Sultan uji coba pedestrian Malioboro yang dilaksanakan selama dua minggu hingga 15 November 2020 tersebut memang perlu dilaksanakan. Kebijakan bebas kendaraan bermotor dari pukul 06.00 hingga 22.00 WIB setiap harinya itu dilakukan dalam rangka mendukung penetapan sumbu filosofi DIY sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.
Sedangkan Malioboro menjadi bagian tidak terpisahkan dari sumbu filosofi yang menghubungkan Tugu Pal Putih hingga Panggung Krapyak di DIY. Karenanya penataan kawasan tersebut sangat penting dilakukan agar sesuai dengan ketentuan dan syarat dari UNESCO.
Untuk itulah uji coba pedestrian di Malioboro dilakukan. Dengan demikian Pemda bisa mencari formula yang tepat dalam penataan kawasan tersebut.
Kalau nantinya tidak pas, maka Pemda akan mengubah kebijakan tersebut. Apalagi pelaksanaan tersebut masih dalam tahap percobaan sehingga belum permanen.
"Dari uji coba ini kita tahu yang paling pas seperti apa. Bukan berarti apa yang dilakukan mesti seperti itu," tandasnya.
Sultan menambahkan, Pemda akan menampung berbagai keberatan yang disampaikan PKL, pemilik toko maupun warga kawasan tersebut. Keberatan tersebut nantinya akan dijadikan evaluasi dalam mengambil kebijakan yang tepat terkait pedestrian Malioboro.
"Keberatan ini nantinya dijadikan dasar mengambil pilihan terbaik," paparnya.
Baca Juga: Sri Sultan Minta Penanganan Terdampak Merapi Jangan Mengulang Kejadian 2010
Sementara Plt Dinas Perhubungan (dishub) DIY, Ni Made Ni Made Panti Dwipanti Indrayanti mengungkapkan, pihaknya akan mengevaluasi penerapan ujicoba yang sudah dilaksanakan seminggu terakhir. Berbagai persoalan yang muncul di lapangan akan dijadikan bahan kajian untuk pengambilan kebijakan selanjutnya.
"Evaluasi akan terus dilakukan dalam uji coba ini. Kami menerima masukan dari siapapun," ungkapnya.
Sebelumnya sebanyak 22 paguyuban di Malioboro seperti PKL, pemilik toko dan tukang becak di kawasan tersebut melakukan protes terhadap kebijakan Pemda DIY yang melakukan ujicoba bebas kendaraan bermotor di Malioboro. Ujicoba tersebut dinilai merugikan dan semakin berdampak buruk di masa pandemi COVID-19 ini.
Karenanya sejumlah usulan disampaikan ke Pemda agar kebijakan tersebut tidak membuat komunitas Malioboro semakin dirugikan. Mulai dari evaluasi penutupan Malioboro yang dimulai 06.00-22.00 menjadi pukul 18.00-22.00.
Selain itu penerapan kebijakan pedestrian yang diharapkan bisa diundur setelah pandemi berakhir. Dengan demikian komunitas di Malioboro bisa memulihkan perekonomian mereka terlebih dahulu.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
-
Berkunjung ke Malioboro Bareng Adiknya, Via Vallen Foto Bareng Kuntilanang
-
Tak Tahu Uji Coba Kawasan Pedestrian, Pemilik Toko Malioboro Protes Sultan
-
Uji Coba Malioboro Sepi Pengunjung, PKL Desak Pembatasan Jam Pedestrian
-
Siapkah Malioboro Bebas Kendaraan Bermotor? Ini Kata Pakar Masalah Kota UGM
-
Hari Ketiga Malioboro Bebas Kendaraan, Pedagang Menjerit Sepi Pembeli
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan, BRILink Agen Jangkau 80 Persen Desa Indonesia
-
Tokoh Yogyakarta Silaturahmi dengan Amir Nasional Muslim Ahmadiyah Indonesia
-
Holding UMi Jadi Bukti Komitmen BRI Bangun Ekonomi Rakyat yang Terintegrasi
-
Lewat Musik di Album Terbaru, Grego Julius Dekatkan Umat pada Bunda Maria
-
Teror May Day di Jogja: Mahasiswa Dikeroyok Preman Diduga Ormas, HP Dirampas Saat Rekam Aksi Brutal