SuaraJogja.id - Keluhan warga terkait penerangan lampu yang minim di Jalan Srandakan, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, ditanggapi Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul. Akses tersebut merupakan jalan nasional, sehingga penanganannya ada di wilayah pemerintah pusat.
Kepala Dishub Bantul, Aris Suharyanta mengatakan, meski termasuk jalan nasional, pihaknya tetap berkomunikasi dan mengajukan adanya keluhan masyarakat ke pihak terkait.
"Jadi itu jalan nasional, memang banyak keluhan masyarakat yang kami terima. Salah satunya semakin diperlebar semakin bagus tapi malah semakin banyak kecelakaan," ujar Aris kepada wartawan, Sabtu (14/11/2020).
Ia tak menyangkal terjadinya kecelakaan diakibatkan salah satunya dengan kurangnya penerangan jalan dan rambu-rambu yang ada. Pemkab sendiri, kata Aris tidak memiliki hak untuk menangani fasilitas di Jalan Nasional, penggal ruas Jalan Jogja-Srandakan.
"Pertama kita (Dishub) tidak berhak, kedua sarana dan prasarana kita tidak mungkin kita berikan ke jalan nasional karena jalan kabupaten saja tidak penuh mengingat keterbatasan anggaran," ujar dia.
Ia melanjutkan, masalah penerangan sendiri membutuhkan biaya yang cukup mahal. Sehingga tidak mungkin dari Pemkab mengalokasikan dana untuk menjawab keluhan masyarakat.
"Kami berusaha mengirimkan surat kepada pusat untuk menyampaikan keluhan warga. Sejak 2017 lalu kami selalu mengirimkan surat. Tapi beberapa waktu ada yang dijawab bahwa mereka tak bisa membantu karena tak menganggarkan lampu," ungkap dia.
Mengantisipasi kecelakaan yang kerap terjadi di lokasi jalan sepanjang 10 kilometer dari ruas Balai Desa Palbapang hingga ke Srandakan ini, Aris menjelaskan sosialisasi terus dilakukan. Terutama untuk tertib berlalu lintas.
Namun di tengah pandemi covid-19, sosialisasi dikurangi untuk menghindari kerumunan.
Baca Juga: Polres Bantul: Potensi Vatalitas Laka Pejalan Kaki di Bantul Tinggi
"Sosialisasi kita dorong agar masyarakat bisa lebih sadar. Yang kami catat korban kecelakaan adalah usia produktif. Ada juga anak-anak yang sudah diberikan motor oleh orang tuanya, meski belum cukup umur. Hal itu juga karena kemudahan orang untuk membeli kendaraan," ujar dia.
Disinggung sudah berapa penerangan lampu yang dipasang. Aris mengklaim sebenarnya jumlah yang ada sudah cukup, namun intensitas cahaya penerangannya yang kurang.
"Sebenarnya di sepanjang jalan itu untuk lampu sudah ada, sudah terang. Cuma ada yang meminta ditambahkan lagi penerangannya, tapi kami tidak bisa. Maka selanjutnya kami mintakan ke pusat," kata dia.
Terpisah, Kapolsek Pandak, AKP Wartono, mengaku jika penerangan di jalan tersebut masih kurang.
"Penerangan itu juga penting sekali. Jika malam hari di sini gelap. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Kabupaten, termasuk ke Pemprov," katanya.
Namun begitu, penerangan sendiri baru dipasang sebanyak 10 lampu dari kantor Kecamatan Pandak hingga bank BRI. Titik yang lain belum terfasilitasi penerangan yang mumpuni.
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Generasi Muda Mulai Apatis terhadap Tuhan, Muhammadiyah Jawab Fenomena Agnostisisme dengan ChatHPT
-
RANS Carnival Kena Cancel Culture, Pakar Komunikasi Sebut Ini Bukan Sekadar Retorika
-
Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional