SuaraJogja.id - Relawan kesehatan Tirta Mandira Hudi alias dr Tirta memastikan, persiapan menuju konser amal sudah cukup. Rencananya, konser amal khusus musik akustik tersebut bakal diselenggarakan pada 30 November atau akhir November mendatang.
"Semua artis sudah siap, protokol kesehatan sudah siap, dan relawan pun juga sudah siap, jadi tinggal jalan saja Insyaallah 30 November atau akhir November. Semua akustikan tidak ada yang mendominasi dari yang lain," kata dr Tirta saat dihubungi SuaraJogja.id, Senin (16/11/2020).
Dokter Tirta mengatakan bahwa konser amal ini sebagai ajang pembuktian bahwa masyarakat juga bisa membuat acara, tetapi tetap dengan protokol kesehatan yang ketat. Konser amal yang bakal diselenggarakan di Kreo Creative Lot itu rencananya hanya akan dihadiri oleh 500 orang saja.
Dari 500 orang itu, kata dr Tirta, semuanya wajib mematuhi protokol kesehatan. Nantinya pengawasan akan dilakukan langsung olehnya, dibantu Dinas Kesehatan.
"Protokol kesehatan akan saya awasi sendiri. Nanti juga dari Dinkes juga bakal memberikan masker serta edukasi. Semuanya juga tetap mematuhi jaga jarak. Kita mau membuktikan, walaupun di outdoor, kita harus menahan diri maksimal 500 orang," tegasnya.
Sebelumnya, dr Tirta sudah pernah membuat acara pameran bertajuk Sole Vacation, di Atrium Plaza Ambarrukmo (Amplaz) Jogja pada September lalu. Menurutnya, acara yang dihadiri 8.500 orang selama empat hari itu tetap bisa dijalankan sesuai dengan protokol kesehatan.
"Buktinya, acara UMKM di Jogja kemarin itu bisa tetap patuh protokol kesehatan, bahkan tingkat patuhnya sampai 97 persen," klaim duda dua anak ini.
Disampaikan dr Tirta, selain masyarakat bisa hadir langsung dengan membeli tiket secara online, nantinya konser amal ini bakal disiarkan secara langsung di kanal YouTube.
Menurutnya, ini sebagai bukti bahwa memang banyak orang yang ingin menyaksikan konser atau bahkan mungkin acara keagamaan. Namun kali ini, orang yang hadir dibatasi hanya 500 orang saja.
Baca Juga: Dokter Tirta Iri Taiwan Sudah Gelar Konser Musik: Indonesia Hancur Bosku!
"Itu yang akan saya ajarkan. Jadi saya ingin memberi contoh kepada yang lain bahawa ini loh kalau mau buat acara keramaian sesuai protokol ya bisa tapi harus displin," sebutnya.
Ia ingin membuktikan bahwa tanpa narasi pemerintah atau pihak-pihak lainnya, konser amal ini dilaksanakan secara netral sebagai bentuk pembuktiannya sebagai relawan dan rekan-rekan relawan lainnya bahwa acara tetap bisa terlaksana dengan baik sesuai protokol kesehatan.
Masyarakat yang ingin datang, tetapi tidak memungkinkan datang ke lokasi, tetap bisa menyaksikan lewat siaran langsung di YouTube. Bagi yang ingin memberikan sumbangan pun akan dipersilakan lewat broadcast yang akan diberikan nantinya.
Disebutkan, nantinya semua keuntungan dari konser amal itu akan disumbangan sepenuhnya bagi masyarakat yang terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19, terutama di Nusa Penida dan Tanjung Benoa, Bali.
Dirinya menambahkan, akan bertindak tegas saat konser tersebut dilaksanakan. Salah satunya dengan menolak masyarakat yang datang ketika kuota tamu sudah dipenuhi.
"Kalau ada yang datang setelah kuota terpenuhi, akan ditolak dengan tegas. Intinya adalah penerapan protokol kesehatan yang tegas," tandasnya.
Berita Terkait
-
Masih Takut Ketemu Teman saat Pandemi? Ini Tipsnya
-
Satpol PP Kalah Jumlah Tak Bubarkan Acara Habib Rizieq: Kami Cuma 200 Orang
-
Setelah 2 Kapolda Dicopot, Giliran Gubernur Anies Baswedan Akan Diperiksa
-
Keok Jumlah, Satpol PP Tak Berani Bubarkan Pengikut Rizieq di Petamburan
-
Dua Kapolda Dicopot Dari Jabatan, Buntut Kerumunan Pendukung Rizieq Shihab?
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
APBD DIY Dihantam Krisis, 67 Persen Bergantung Dana Transfer, Pemda Terpaksa Pangkas Anggaran
-
Cuaca Panas Ekstrem Ancam Kesehatan Anak, Dokter Ingatkan Risiko Heat Stroke
-
Mahasiswa Jogja Kembali Turun ke Jalan, Tuntut Penghentian MBG dan Kopdes yang Mubazir
-
Naga Sembilan Rebut Piala IHR Paku Alam 2026, Pesta Karnaval dan Inul Daratista Hibur Pengunjung
-
Rupiah Melemah, Bantul Berburu Dolar Wisatawan Asing