SuaraJogja.id - Ikut menyoroti hajatan Habib Rizieq Shihab yang berujung denda Rp50 juta dari Satpol PP DKI Jakarta, anggota Fraksi PKB DPR RI, Luqman Hakim, mengaku siap memberi bantuan uang dengan jumlah yang sama jika ada musisi yang ingin menggelar konser di Gelora Bung Karno.
Dalam cuitannya pada akun @LuqmanBeeNKRI, politikus PKB itu menyampaikan bahwa ia siap membantu memberikan dana senilai Rp50.000.000 untuk musisi yang ingin menggelar konser di GBK maupun tempat lainnya saat masa transisi PSBB di DKI Jakarta sekarang ini.
Selain itu, ia meyakini bahwa akan ada ratusan penonton yang hadir dalam acara tersebut. Bukan hanya untuk musisi, Luqman juga menawarkan uang Rp50 Juta tersebut untuk organisasi masyarakat yang ingin mengadakan acara pengajian akbar. Dalam cuitannya, Luqman ikut menyebut akun Iwan Fals dan Agnez Mo serta mengunggah gambar tumpukan uang.
"Saya siap bantu Rp 50 juta untuk bayar denda jika ada teman-teman musisi mau bikin konser musik di GBK atau tempat lain saat PSBB transisi ini. Ratusan ribu penonton pasti antusias datang. Kesempatan ini juga berlaku untuk ormas yang mau bikin Pengajian Akbar. Colek @iwanfals @agnezmo," tulis Luqman dalam cuitannya.
Sebelumnya, Satpol PP DKI Jakarta memberikan sanksi denda kepada HRS sebesar Rp50 juta karena sudah membuat acara yang menimbulkan kerumunan. Sepulangnya dari Arab Saudi, HRS melangsungkan hajatan resepsi pernikahan putrinya sekaligus acara Maulid Nabi di kediamannya, yang melibatkan kedatangan 10.000 tamu undangan.
Denda yang dijatuhkan tersebut dinilai banyak pihak terlalu murah. Sebab, sebelumnya kepulangan HRS sendiri juga menyebabkan adanya kerumunan di Bandara Soekarno Hatta, yang dinilai turut merugikan penumpang lainnya. Tidak sedikit orang yang lantas membatalkan maupun mengganti ulang jadwal penerbangan mereka karena besarnya massa yang hadir.
Diduga ikut menanggapi persoalan tersebut, Luqman Hakim mengaku menyediakan dana Rp50 juta bagi musisi yang ingin menggelar konser ataupun organisasi masyarakat lainnya yang akan menggelar pengajian akbar.
Namun, kegiatan itu perlu dilakukan pada masa PSBB Transisi seperti saat ini, sama seperti pelanggaran yang dilakukan oleh Imam Besar FPI.
Sejak diunggah pada Senin (16/11/2020), pendapat itu sudah disukai lebih dari 5.000 pengguna Twitter.
Baca Juga: Kuasa Hukum Pertanyakan Dasar Hukum Polisi Panggil Pihak HRS
Ada 2.000 lebih yang membagikan ulang dan ratusan lainnya memberikan komentar.
Bahkan, anggota grup musik Weird Genius, Reza Arap Oktovian ikut memberikan tanggapan dan mengaku tertarik.
"Weird Genius at GBK?? sounds interesting (Weird Denius di GBK? terdengar menarik-red)," tulis akun @YBRAP.
"Saya mau undang 10.000 orang, setiap orang wajib ngamplop minim Rp 100.000, kalau saya didenda Rp 50 juta, saya masih punya untung Rp 950 juta. Lumayan buat bekal menghadapi covid," komentar akun @Megatop99.
"Noah dan Andhika Kangen makin tambah ramai ini kalau konser," tanggapan akun @taufik_hdt25.
Sementara akun @kangnyemil mengatakan, "Pak buat yang natalan dong pak biar mereka bisa kumpul sama temen-temennya."
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Sah! YIA Resmi Jadi Embarkasi Haji Mulai 2026: Apa Dampaknya Bagi Jemaah dan Ekonomi Lokal?
-
Niat ke SPBU Berujung Maut, Pemotor 18 Tahun Tewas Tertabrak Bus di Temon Kulon Progo
-
Garin Nugroho Singgung Peran Pemerintah: Film Laris, Ekosistemnya Timpang
-
Soal Rehabilitasi Lahan Pascabencana di Sumatra, Kemenhut Butuh Waktu Lebih dari 5 Tahun
-
Rotasi Sejumlah Pejabat Utama di Polda DIY, Ini Daftarnya