"Ketika kami dikirimi ini, di masa itu PN Sleman bisa menerima legalisasi dokumen akta. Kalau hanya [merujuk] data seperti yang diberikan itu, kami tidak punya," terangnya, sembari menunjukkan sebuah hasil pindai salinan Akta Kelahiran yang dikirimkan Ella kepada PN.
Rosihan menyebut, pada periode lampau, tak terkecuali 1985-1986, bila saat itu dibutuhkan, masyarakat bisa melegalisasi dokumen apa pun di PN Sleman. Kebijakan itu selanjutnya tak lagi berlaku sejak sekitar 2000.
Selanjutnya, semua berkas yang memerlukan legalisasi harus dilegalisasi di instansi terkait. Misalnya, legalisasi Akta Kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, legalisasi ijazah di lembaga pendidikan.
"Kami menduga [adopsi Ella] tidak lewat proses persidangan. Kalau iya [lewat persidangan], kemungkinan berkas masih ada. Kami menyusun arsip berdasarkan nomor arsipnya," terangnya.
Rosihan memperkirakan, Ella bisa mendapatkan data lebih lengkap terkait salinan Akta Kelahiran seperti yang ia miliki tadi bila Ella mencari ke instansi lain, misalnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sleman.
"Kalau memang teregister, kami bisa carikan, tapi kalau hanya legalisasi, kami tak punya datanya," ucapnya.
Dikonfirmasi secara terpisah, Emmanuella Tanzil membenarkan, PN Sleman sudah membantunya mencarikan data yang berhubungan dengan dirinya maupun proses adopsi saat Ella bayi.
"Tidak ada data nama saya dan Ibu Nancy. Berarti tidak pernah sidang," ungkapnya.
Kendati hingga kini masih belum banyak menemukan titik terang, Ella belum terpikir untuk bekerja sama dengan pengacara dalam menelusuri asal-usul diri dan orang tua kandungnya.
Baca Juga: Divonis 14 Bulan Penjara Kasus IDI Kacung WHO, Jawaban Jerinx Dinanti
"Selama bisa berkomunikasi via surel, WhatsApp, dan telepon. Karena ada teman juga warga negara Belanda, sudah lebih lama mencari ibu kandung di Indonesia tidak pakai pengacara meskipun data dipalsukan dari panti asuhannya, tetapi dia dibantu oleh yayasan Mijn Roots untuk cari ibu kandungnya," papar Ella lebih jauh.
Sebelumnya diberitakan, warganet sempat diramaikan dengan adanya informasi seorang perempuan bernama Emmanuella Tanzil, sedang mencari orang tua kandungnya di Sleman, DIY.
WNI yang tinggal di Liverpool itu diketahui telah diadopsi sejak ia belum genap berusia satu tahun, dari RS Pura Ibunda [di alamat tersebut, kini sudah dibangun RS bedah urologi, RS An Nur].
Kini Ella sedang menantikan hasil tes DNA yang ia lakukan, dengan mengirimkan sampel air liur atau ludah. Tes DNA dilakukan untuk mengetahui darah suku atau ras yang dimiliki oleh Ella.
Kontributor : Uli Febriarni
Berita Terkait
-
Divonis 14 Bulan Penjara Kasus IDI Kacung WHO, Jawaban Jerinx Dinanti
-
Ikuti Sidang Secara Virtual, Kubu Anita Kolopaking: Ini Diskriminasi
-
Tidak Bisa Hadir di Ruang Sidang, Anita Kolopaking Kecewa
-
JPU Hadirkan Saksi Secara Virtual, Hakim Tunda Sidang Surat Jalan Palsu
-
Pegawai Positif Covid-19, Pengadilan Negeri Kota Kediri Ditutup
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jelang HUT RI ke-81, Peternak DIY Gerah: Harga Telur Anjlok, Pakan Meroket
-
Film Dan Bandung Sapa Penonton Yogyakarta: Angkat Kisah Cinta, Persahabatan, dan Keluarga
-
Cherrypop 2026 Siap Guncang Prambanan, Puluhan Musisi Lintas Generasi Meriahkan Repelita Musik
-
42 Kasus Kebakaran Tercatat hingga Juli 2026 di Kota Jogja, Warga Diminta Tak Bakar Sampah
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa