SuaraJogja.id - Calon Bupati Bantul nomor urut 1, Abdul Halim Muslih meyakinkan dirinya menang dalam Pilkada Bupati-Wakil Bupati Bantul 2020. Pihaknya tak membuat target apapun dan optimistis menang dalam kontestasi Pilkada yang digelar serentak, Rabu (9/12/2020).
"Target meraih kemenangan itu, yang penting menang. Mau 70 atau 60 persen itu sama saja, dampaknya sama saja menang ya menang gitu saja," ujar Halim saat diwawancarai di TPS 006, Dusun Singosaren, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul.
Optimistis Halim untuk menjabat tampuk kepemimpinan di Bumi Projotamansari harus menunggu hasil penghitungan. Jika nantinya terpilih, Halim akan menghormati keputusan rakyat dan akan memberi pelayanan publik yang baik ke depannya.
"Jika terpilih, saya ucapkan terima kasih kepada rakyat Bantul, ini pilihan rakyat, siapapun yang menang atau kalah harus menerima dan menghormati keputusan rakyat. Karena rakyatlah yang memegang kedaulatan," ujar dia
Dia berharap agar Pemkab Bantul yang nantinya akan dia pimpin dapat menyelenggarakan pemerintahan yang lebih baik lagi.
"Harapannya ke depan, Pemkab Bantul bisa lebih baik, bisa menyelenggarakan pemerintahan yang baik, memberi pelayanan publik yang baik sehingga kesejahteraan dan kemakmuran bisa kita tingkatkan bersama sama bukan hanya pemerinah tapi partisipasi masyarakat itu juga penting," terang Halim.
Rival pasangan calon Suharsono-Totok Sudarto ini, menggunakan hak pilihnya sekitar pukul 09.00 wib. Halim datang ditemani sang istri, Emi Masruroh dengan pakaian batik bernuansa putih.
Tak lupa keduanya menggunakan masker sebagai aturan protokol kesehatan selama di TPS.
Sebelum mencoblos, Halim mengenakan sarung tangan plastik yang disediakan kpps. Ia juga dicek suhu tubuh, dan hasilnya normal.
Baca Juga: Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bantul Tambah 27, Total Sebanyak 1.550 orang
Tak sampai lima menit, Halim dan istrinya menggunakan hak suara. Setelah selesai, Halim akan bersantai dahulu sembari menunggu penghitungan suara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Jajaran Direksi BRI Hadiri Imlek Prosperity 2026 di Hotel Mulia Jakarta
-
DPRD DIY Murka! Dana Desa Dipangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Terancam
-
Disnaker Sleman Buka Posko THR, Pengusaha Diminta Patuhi Kewajiban
-
Kronologi dan Tuntutan Aksi Demo Mencekam di Polda DIY: Soroti Kekerasan Oknum Aparat!
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius