SuaraJogja.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman memutuskan untuk memindahkan satu TPS di Pedukuhan Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan. Pemindahan itu dilakukan karena satu TPS itu masuk ke dalam kawasan rawan bencana Gunung Merapi.
Pemindahan atau relokasi TPS 8 Kalitengah Lor ini dijelaskan juga oleh Ketua PPK Kapanewon Cangkringan Sri Rahayu kepada awak media, Rabu (9/12/2020). Sri mengatakan, relokasi TPS Kalitengah Lor berada di sekitar barak pengungsian Glagaharjo.
Relokasi TPS ini sesuai dengan PKPU Nomor 19 tahun 2019 di pasal 33b, yang menyebutkan, bila terjadi konflik atau bencana alam, PPS melakukan pemetaan pemilih bagi warga yang dievakuasi atau mengungsi, melihat juga saat ini status Gunung Merapi Siaga atau Level III.
"Sebelumnya kita juga sudah rapat dengan pihak-pihak terkait untuk mengajukan pergeseran TPS di radius 5 km dari puncak Merapi. Akhirnya usulan itu diterima yang dilanjutkan dengan surat keputusan KPU DIY untuk menggeser letak TPS 8 ke sekitar barak pengungsian di mana warga rentan itu mengungsi," terang Sri.
Baca Juga: Calon Incumbent Bupati Serang Menang Telak di TPS Kampung Halaman
Dijelaskan Sri, pemindahan ini memang bertujuan untuk lebih mendekatkan kelompok rentan yang sudah mengungsi ke TPS untuk berpartisipasi.
Selain itu, tujuan lainnya untuk mendorong masyarakat yang masih dalam kategori produktif yang belum turun supaya mengikuti peraturan dari KPU untuk tetap turun ke sekitar barak pengungsian.
Pilkada Sleman yang diselenggarakan di tengah kondisi pandemi Covid-19 dan ancaman bencana erupsi Gunung Merapi tidak dipungkiri membuat Sri merasa khawatir.
Pertama, dengan adanya pergeseran TPS ini, ditakutkan persentase pemilih menjadi lebih rendah.
"Tapi soal persentase pemilih yang turun nyatanya tidak terbukti. Hal itu bisa dilihat sejak pagi tadi pemilih yang hadir cukup tinggi. Kalau target persentase pemilihan di sini 70 persen. Sekarang kehadiran sudah 270 orang," ujarnya.
Baca Juga: Viral Surat Suara Sudah Tercoblos Nomor 03 Pilkada Sleman, Ini yang Terjadi
Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah kesehatan pemilih dan petugas yang berada di TPS karena masih dalam situasi pandemi Covid-19.
Berita Terkait
-
Pilkada Serang 2024 Bermasalah, MK Perintahkan PSU di Seluruh TPS, Ini Respon KPU Banten
-
Hakim Saldi Isra Marah Gegara KPU Jatim Tidak Jawab Tegas Pertanyaan Jumlah TPS
-
Kubu RK-Suswono Ngaku Suruh Saksi di TPS Tolak Teken Rekapitulasi Suara di Kecamatan, Ini Alasannya!
-
Viral Pria Nyoblos di TPS Dikawal Kambing, Ditemani Hingga ke Bilik Suara
-
Pilkada 2024: TPS Kampung Susun Akuarium Sepi, Pertanda Apa?
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Laptop, Dompet, Jaket... Semua 'Pulang'! Kisah Manis Stasiun Gambir Saat Arus Balik Lebaran
-
4 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Free Fire, Terbaik April 2025
-
9 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Game, Terbaik April 2025
-
Seharga Yamaha XMAX, Punya Desain Jet: Intip Kecanggihan Motor Listrik Masa Depan Ini
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
Terkini
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan
-
Puncak Arus Balik H+3 dan H+4, 350 Ribu Kendaraan Tinggalkan DIY
-
Gunung Merapi Masih Luncuran Ratusan Lava, Simak Aktivitas Terkini Sepekan Terakhir
-
Tren Kunjungan Meningkat, Jip Wisata Lereng Merapi Masih Jadi Alternatif Liburan saat Lebaran 2025
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil