SuaraJogja.id - Meski kasus Covid-19 masih mengalami peningkatan yang signifikan, penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 di Kabupaten Bantul tetap berjalan. Usai penyelenggaraan Pilkada Bantul pada Rabu (9/12/2020), rupanya tingkat partisipasi atau kesadaran masyarakat dalam memilih relatif meningkat.
Kadiv Partisipasi Masyarakat, Sosialisasi, dan SDM KPU Bantul Musnif Istiqomah menjelaskan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada di tiap kalurahan berbeda-beda.
"Kami masih menunggu hasil rekapitulasi di tingkat kecamatan. Namun memang partisipasi di beberapa tempat pemungutan suara (TPS) sudah diumumkan. Karena tiap TPS wajib mengumumkan hasil KWK, paling tidak dari sana secara parsial bisa terpotret tingkat partisipasinya dan sangat variatif," ujar Musnif, dihubungi wartawan, Jumat (11/12/2020).
Ia membeberkan, di beberapa TPS ada tingkat partisipasi masyarakat yang hanya 63 persen. Ada pula partisipasi masyarakat yang mencapai 75-85 persen.
"Bahkan ada 1 desa yang [tingkat partisipasi] sampai 92 persen di Wonolelo, Pleret. Jika ditanya berapa tingkatnya, belum bisa dipastikan. Namun melihat dari data secara parsial, bisa kami umumkan di tingkat KPPS dan PPS," ujarnya.
Tingkat partisipasi secara keseluruhan nantinya akan diumumkan ketika penghitungan surat suara dilakukan di tingkat kecamatan selesai.
"Akan terlihat lebih jelas saat penghitungan manual dilakukan di tingkat kecamatan. Dari situ mereka harus mengumumkan jumlah partisipasinya," kata Mestri.
Di tengah pandemi Covid-19 seperti ini, lanjut Musnif, beberapa kalurahan di kapanewon yang disebut zona merah juga mempengaruhi partisipasi masyarakat.
"Di Bambanglipuro yang ada selter Covid-19, ternyata itu berpengaruh [partisipasi kurang]. Ada partisipasi masyarakat di 1 TPS hanya 63 persen. Kemudian di Sewon yang juga termasuk zona merah tingkat partisipasinya 70-74 persen [partisipasi kurang]," ujar dia.
Baca Juga: Kepatuhan Prokes Pilkada Capai 96 Persen, Doni: Pilkada Belum Berakhir
Diketahui, pada penyelenggaraan Pilkada Bantul 2015 silam, kesadaran masyarakat yang menggunakan hak pilihnya tercatat mencapai 75,5 persen.
Terpisah, Kadiv Hukum dan Pengawasan KPU Bantul Mestri Widodo menjelaskan bahwa target partisipasi masyarakat di Kabupaten Bantul sebesar 82 persen.
"Harapannya bisa mencapai 82 persen itu dari target nasional yang berkisar 77,5 persen. Jadi tetap kami canangkan," ujar dia.
Dari hasil hitung cepat sistem informasi rekapitulasi (Sirekap) laman resmi KPU, Jumat (11/12/2020) pukul 15.00 WIB, terdapat 969 TPS yang masuk dari 2.085 TPS di kabupaten Bantul.
Paslon nomor urut 1 Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo memperoleh sebanyak 139.845 suara atau sekitar 57,6 persen.
Sementara Paslon nomor urut 2 Suharsono-Totok Sudarto mengantongi jumlah suara sebesar 102.911 suara atau sekitar 42,4 persen.
Berita Terkait
-
Kepatuhan Prokes Pilkada Capai 96 Persen, Doni: Pilkada Belum Berakhir
-
Pilkada Seharga Nyawa? Pemilihan saat Pandemi di Indonesia dan Myanmar
-
Tunggu Hasil Resmi dari KPU, Begini Respons Paslon 01 dan 02 Pilkada Sleman
-
Cara Melihat Hasil Real Count Pilkada Serentak 2020, Klik Link Ini
-
Antisipasi Euforia Hitung Suara, Sekda Bantul Ingatkan Larangan Berkerumun
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Isu Keamanan Jelang HUT RI Bikin Khawatir, Sri Sultan Singgung Soal Pagar Tinggi di Mal
-
BRI Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perluas Kredit Berkualitas bagi UMKM
-
Berangkat Kerja Malah Jadi Korban Begal, Pria di Sleman Ditodong Sajam dan Motor Digasak
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
Murah, Mudah Didapat, Sulit Ditinggalkan, Kisah Kelam Mantan Pengguna Obat Keras di Jogja