Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Rabu, 16 Desember 2020 | 10:45 WIB
Aa Gym di episode terakhir ILC, Selasa (15/12/2020) - (YouTube/Indonesia Lawyers Club)

SuaraJogja.id - Pendakwah kondang KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym mencurahkan isi hatinya secara menggebu-gebu terhadap perilaku orang-orang, terlebih pejabat, yang berperilaku tidak jujur dan mencuri hak rakyat kecil di masa pandemi Covid-19.

Suaranya sampai bergetar saat ia meluapkan emosinya di episode terakhir Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (15/12/2020) malam.

"Saya mohon kepada semua pihak untuk betul-betul tidak menambah beban rakyat yang sudah perih dengan ini [pandemi Covid-19] dengan perilaku-perilaku tidak jujur," kata dia, mengawali nasihatnya diduga untuk pejabat yang tega melakukan korupsi, apalagi di masa pandemi.

Ia pun megutip sabda nabi yang menyebutkan bahwa umat manusia diminta untuk berperilaku jujur karena itu yang akan mengantarkan mereka pada kebenaran dan menjadikannya ahli surga.

Baca Juga: ILC Berhenti Tayang, Ini Sejarah Indonesia Lawyers Club dari Tahun 1992

Sementara sebaliknya, kebohongan akan mengantarkan umat manusia pada keburukan dan menjadikannya ahli neraka.

"'Hati-hatilah terhadap kedustaan, kebohongan karena dusta akan mengantarkan keburukan-keburukan, kejahatan-kejahatan.' Fujur itulah yang mengantarkan menjadi ahli neraka," ujar Aa Gym.

Pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid ini mengungkapkan pula, jika orang-orang tidak jujur, mustahil bangsa Indonesia dipenuhi kebaikan.

Melanjutkan ceramahnya, suara Aa Gym mulai meninggi saat melontarkan nasihat untuk mereka yang tega mengabaikan dan bahkan menginjak-injak nasib rakyat kecil di masa sulit saat ini.

"Nah inilah, cobalah, yang, siapa gitu yang punya kesempatan tidak jujur, raba, dengar penderitaan saudara-saudara kita yang lapar, tidak punya makan, berhari-hari tidak makan sampai akhirnya terjadilah petaka," seru Aa Gym.

Baca Juga: ILC Pamit, Rocky Gerung: Salah Satu Pengganggu Telah Dilenyapkan

Tak cukup sampai di situ, ia bahkan sampai melepas maskernya di tengah waktunya berbicara. Tampaknya pria 58 tahun itu benar-benar geram dengan perilaku para pejabat yang mengkhianati amanah mereka sendiri.

"Kalau itu dirasakan oleh orang-orang yang pegang uang, pegang amanah, masihkah tega mencuri? Betapa, nauzubillah [lepas masker], betapa sudah mati hati orang yang masih berkhianat pada saudara-saudara kita yang lapar!" kata dia.

"Sedih lihat orang yang lapar, tapi mendidih melihat orang-orang yang mencuri. Jahat sekali mencuri hak-hak orang miskin! Jahat dan sangat terkutuk perbuatannya!" imbuhnya.

Ia pun mengatakan, masa pandemi ini seharusnya dijadikan kesempatan bagi para pejabat untuk membuka hati nurani dan mencurahkan perhatian untuk rakyat kecil, bukannya malah mencuri hak mereka.

"Mungkin inilah saatnya para tokoh, para pejabat, atau siapa pun membuka hati nuraninya. Ini rakyat sedang menderita. Masihkan mau mencuri? Perih sekali, hadirin," ungkap Aa Gym.

"Semoga dengan adanya wabah ini, mulailah hidup hati nurani orang bisa meraba penderitaan orang lain," lanjutnya.

TONTON VIDEONYA DI SINI.

Sebelumnya, di masa pandemi ini, dua menteri Kabinet Indonesia Maju Joko Widodo (Jokowi) ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi. Keduanya bahkan ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam waktu yang berdekatan, yakni selisih 10 hari.

Penetapan status tersangka pertama pada Rabu (25/11/2020) terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo atas kasus suap perizinan tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya. Kemudian, pada Minggu (6/12/2020), Menteri Sosial Juliari P Batubara menyusul atas kasus suap penyaluran dana bantuan sosial Corona se-Jabodetabek.

Load More