SuaraJogja.id - Menjelang liburan, DIY diprediksi bakal ramai wisatawan. Untuk itu, protokol kesehatan perlu ditegakkan secara ketat demi mencegah penularan Covid-19.
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menegaskan, hingga kini Pemda DIY tidak melarang masyarakat untuk beraktivitas.
Namun, dalam berkegiatan, masyarakat harus mengikuti protokol kesehatan sesuai Peraturan Gubernur No. 77/2020 tentang Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan.
“Baik itu secara perorangan kelompok maupun para penyelenggara. Kalau penyelenggara tidak mematuhi maka event-nya atau destinasi wisata yang bersangkutan atau rumah makan atau hotel itu bisa jadi kita tutup,” katanya, Rabu (16/12/2020).
Terkait Natal, Sekda DIY juga mengimbau pengelola gereja untuk memastikan penerapan protokol kesehatan saat ibadah.
“Penyelenggara ibadah-ibadah di gereja punya kewajiban menjaga protokol kesehatan agar tidak terjadi kerumunan,” katanya, Rabu (16/12/2020).
Dilansir HarianJogja.com -- jaringan SuaraJogja.id, fasilitas penunjang protokol kesehatan juga wajib disediakan seperti tempat cuci tangan. Di samping itu, semua jemaat yang datang juga wajib mentaati protokol kesehatan dengan menggunakan masker, cuci tangan dan tidak berkerumun.
Sebagai upaya mengantisipasi banyaknya masyarakat dari luar daerah pada saat libur akhir tahun, Pemda DIY bersama kepolisian, TNI dan komunitas lain, akan melakukan operasi penegakan protokol kesehatan lebih massif.
“Kalau terjadi pelanggaran-pelanggaran karena ini sifatnya sudah penegakan hukum, maka tentu sanksi akan kami berikan sesuai dengan peraturan yang berlaku sehingga harapan saya, semua penyelenggara event maupun destinasi wisata serta mereka yang dari luar kota datang di DIY bisa bersama-sama untuk menjaga supaya tetap terjaga tidak terjadi klaster baru,” katanya.
Baca Juga: Libur Nataru, Masyarakat Sumut Diimbau Tetap Patuhi Protokol Kesehatan
Berita Terkait
-
Libur Nataru, Masyarakat Sumut Diimbau Tetap Patuhi Protokol Kesehatan
-
Komentari Kerumunan Simpatisan HRS, Gubernur Banten: Jangan Salahkan Kami!
-
Rumah Pengasingan Presiden Pertama RI Soekarno di Ende
-
Jadi Hidangan Favorit di Musim Liburan, Apa Itu Sandwich Kanibal?
-
Libur Nataru, Wishnutama Minta Masyarakat dan Pelaku Wisata Taati Prokes
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Muhammadiyah Tegas Minta KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi BNPB
-
Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan jadi Tanda Peradaban Kita Belum Akil Balig
-
75 Persen Responden Stres Hadapi Kebijakan Prabowo, Haedar Nashir Desak Pemerintah Berbenah
-
Film Empat Musim Pertiwi: Saat Realitas Penyintas Kekerasan Seksual Bertemu Fiksi Sinematik