Namun jumlah itu tidak selalu ada. Sebab memang pesanan meski sedang meningkat, penjualan langsung tidak bisa berkutik banyak.
Jika pembeli yang langsung ke toko selama ini hanya sebatas warga lokal saja. Berbeda dengan pesanan yang hingga ke berbagai daerah.
Dari mulai Jakarta, Larantuka, Sulawesi, Kalimantan hingga Timor Leste. Biasanya, kata Supardiono, pesanan itu dari sanak saudara yang berada di Jogja lalu diminta untuk dikirimkan ke daerah asalnya.
"Masih banyak pesanan ya karena situasi sekarang yang pandemi Covid-19. Banyakan orang yang masih memilih untuk beribadah di rumah. Jadi kebanyakan pesanan yang masuk juga datang dari perseorangan saja, ada dari beberapa gereja tapi tidak banyak," jelasnya.
Disampaikan Supardiono, saat ini produk atau barang yang paling digandrungi oleh orang-orang adalah piksis. Semacam wadah bulat yang memiliki tutup.
Alat ini digunakan untuk menyimpan hosti yang biasanya dibawa ke orang sakit atau misa lingkungan. Dapat juga digunakan untuk menyimpan hosti yang akan dikonsekrasikan dalam Sakramen Mahakudus.
"Sekarang piksis yang paling banyak dipesan. Dampak dari masih peribadatan di rumah juga. Pesanan banyak sekali. Piksis itu dari kuningan yang dilapisi emas," terangnya.
Selain itu pesanan juga datang dari beberapa masyarakat untuk digunakan sebagai cendera mata. Mulai dari acara pernikahan, serta tradisi orang meninggal, seperti peringatan 10 hari hingga 1000 hari kematian dan masih banyak lagi.
"Kebetulan ini baru ada pesanan dari Papua sebanyak 1500 rosario dan pernak-pernik lainnya untuk mengisi gereja baru di sana. Nanti akan kami kirim melalui jasa ekspedisi," sebutnya.
Baca Juga: Asyik Memancing Ikan, Warga Sleman Kehilangan Sepeda Motor di Bantul
Produksi pernak-pernik itu sendiri, dijelaskan Supardiono waktunya berbeda-beda tergantung barang yang dibuat dan permintaan seperti apa. Semisal patung, produksinya bisa memakan waktu hingga satu minggu atau lebih, untuk piala bisa dua minggu, kalau untuk rosario bisa lebih cepat atau hitungan hari saja.
Sementara itu produksi sendiri mulai dari kuningan piala, salib, patung, hingga pernak-pernik seperti rosario dan berbagai perlengkapan ibadah yang diperlukan. Bahkan pihaknya juga bisa mengerjakan produk sesuai dengan permintaan konsumen.
Disebutkan Supardiono, terkait dengan harga sendiri satu paket untuk pernak-pernik pernikahan dibanderol seharga Rp. 500 ribu. Sedangkan untuk patung bervariasi mulai dari Rp. 30 ribu sampai Rp. 3 juta dan untuk rosario dan pernak-pernik lainnya mulai Rp. 10 ribu hingga Rp. 100 ribu.
Disinggung mengenai perawatan barang-barang lama yang tak tersentuh di tokonya, Supardiono mengakui tidak memerlukan tenaga ekstra. Pasalnya selain sudah dibalut oleh plastik, bahan-bahan dari produk tersebut lebih mudah dibersihkan.
"Tinggal dibersihkan saja mas paling dengan kemoceng, ya artinya memang perawatan mudah," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
BRI Borong 3 Penghargaan Dealer Utama Terbaik, Perkuat Pasar Keuangan Domestik
-
Wujud Cinta Kawula Alit pada Sang Raja, Ribuan Nayantaka Persembahkan Hasil Bumi untuk Sri Sultan
-
Polisi Amankan Satu Terduga Pelaku Penganiayaan Pemotor di Umbulharjo Kota Jogja
-
Desa Pajambon di Kuningan Jadi Contoh Transformasi Ekonomi Desa Berkat Desa BRILian
-
Prioritaskan Pelayanan Masyarakat, Pemkab Sleman Tak Berlakukan WFH Satu Hari Sepekan bagi ASN