Ilustrasi rumah sakit. (Shutterstock)
"Sekarang kita lihat, pusat perbelanjaan modern hanya ada di Sleman dan Kota Jogja itu mungkin juga menyumbang. Aktivitas perkantoran swasta yang dulu berhenti sekarang tetap hidup lagi, tidak mungkin dihentikan sama sekali, bisa jadi ini juga penyumbang lain. Begitu juga dengan pondok pesantren dimungkinkan tetep menyumbang kasus Covid-19. Banyak kemungkinan," tandasnya.
Berita Terkait
-
Antisipasi Lonjakan Covid-19, Kemenkes Siapkan 1.300 Tempat Tidur Tambahan
-
Nyaris Kolaps! Ruang ICU dan Isolasi Covid-19 di 6 Daerah Ini Sudah Penuh
-
Jangan Liburan, Ruang ICU dan Isolasi Covid-19 di 6 Daerah Ini Sudah Penuh
-
Tren Penularan Covid-19 di Balikpapan Meningkat, ICU RSKD Terisi Penuh
-
Hari Natal, Ruang ICU dan HCU Covid-19 di Tangsel Penuh 100 Persen
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais
-
Konsumsi Daging di Jawa Menggila, Ternak Terbatas, Selandia Baru Siap Ekspor Sperma Sapi ke Jogja