SuaraJogja.id - Memasuki tahun 2021, sektor transportasi kemungkinan besar masih akan terdampak akibat adanya pandemi Covid-19. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM Agus Taufik Mulyono dalam paparannya akhir pekan lalu.
Ia pun meminta agar operator transportasi segera memutar otak untuk berinovasi dan kreatif agar tetap bisa bertahan di tengah situasi pandemi.
“Untuk itu, operator transportasi harus inovatif dan kreatif agar mampu tetap bertahan. Tantangan juga masih akan dihadapi terkait kepatuhan penerapan protokol kesehatan pada angkutan pribadi dan sewa,” paparnya seperti dikutip dari Harianjogja.com, Senin (4/1/2021).
Dia memperkirakan bahwa jumlah permintaan penumpang masih akan mengalami penurunan. Sementara itu, sektor logistik atau angkutan barang akan mulai mengalami pertumbuhan.
Penggunaan teknologi informasi juga akan terus meningkat, seiring meningkatkan kebutuhan dari penyelenggara transportasi itu sendiri.
Dia mengatakan, dalam konteks yang lebih luas, pandemi Covid-19 secara signifikan telah mempengaruhi turunnya nilai perdagangan dunia.
Hal inilah menurutnya, yang kemudian berimbas pada sektor-sektor lain yang bertumpu pada aktivitas perdagangan tersebut, tak terkecuali sektor transportasi dan logistik.
Sementara itu, Ibrahim Khoilul Rohman, Dosen Ekonomi Makro FEB Universitas Indonesia mencatat, selama masa pandemi ini setidaknya terjadi penurunan keuntungan perdagangan rata-rata hingga 50 persen dan pengurangan tenaga kerja rata-rata 20 persen.
Dia menilai bahwa perdagangan eceran dan e-commerce menjadi peluang yang mesti dimanfaatkan dengan baik selama pandemi ini. Mengingat nilai gross merchandise value (GMV) di Asean akan melebihi US$100 miliar.
Baca Juga: Epidemiolog UGM Sarankan PSBB di DIY 2 Minggu, Pemerintah Harus Tegas
Sejalan dengan hal tersebut, Syafri Yusal, Ketua Bidang Implementasi IPTEK Transportasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai, pandemi Covid-19 secara tidak langsung mempercepat proses peralihan perekonomian di Indonesia menuju ke era digital.
Dia mengatakan, digitalisasi pembayaran secara bertahap mulai menggeser peran pembayaran konvensional. Dengan hal ini, transaksi perdagangan dapat dilakukan tanpa harus bertatap muka, sehingga lebih aman dan nyaman khususnya di masa pandemi seperti sekarang ini.
Syafri menilai bahwa karakter generasi muda yang suka mencoba hal baru menjadi salah satu pintu masuk promosi penggunaan mata uang digital atau e-money.
“Indonesia memiliki populasi produktif yang sangat besar. [Juga] memiliki generasi muda yang suka mencoba hal baru yang lebih baik, aman, cepat, dan mudah,” jelasnya.
Dengan memanfaatkan peluang e-commerce serta transaksi digital tersebut, diharapkan sektor usaha transportasi dan logistik dapat mulai pulih pada 2021.
Berita Terkait
-
Kedatangan Vaksin Sinovac Asal China Pulihkan Sektor Transportasi
-
Menhub Sebut Pelaku Industri Sektor Transportasi Terancam Bangkrut
-
3 Saham Sektor Transportasi Ini Tak Luput dari Hantaman Corona
-
Pagi-pagi Erick Thohir dan Anies Bentuk Usaha Patungan Sektor Transportasi
-
PGN Dorong Pemanfaatan Gas Sektor Transportasi
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Luky Alfirman Jadi Wamenkeu, Pengamat: Bisa Jadi Akal-akalan Amankan Jalan Politik 2029
-
Kasus Bolosego Alkid Dinyatakan Bukan Pemerasan, Lalu Mengapa Ada Polisi Diproses Propam?
-
Isu Ijazah Gibran Disinyalir Tutupi Riuhnya Reshuffle Kabinet, Pengamat UngkapPermainan Politik
-
Mutasi 88 Perwira Belum Cukup! JPW Minta Kapolri Baru Sikat Habis Masalah Sampai ke Polsek
-
Pilur Serentak Bantul Digelar Besok, 15 TPS Dipetakan Rawan hingga Sangat Rawan